Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Lima Jam Penumpang Bus Karyawan Terjebak Arus Deras di Jalur Semarang–Purwodadi

Pratama Karamoy • 2026-02-18 14:24:43
Jalur Semarang–Purwodadi belum bisa dilewati sampai kemarin (17/2).
Jalur Semarang–Purwodadi belum bisa dilewati sampai kemarin (17/2).

DERASNYA arus jebolan tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, itu masih membekas di ingatan Yogi Prasetyo. Petugas PMI Grobogan tersebut menjadi salah satu yang pertama menerima kabar bahwa sebuah bus AKDP PO Usaha Jaya jurus-an Purwodadi–Semarang mogok di tengah arus.

Jalur tersebut memang jalur utama penghubung Semarang–Purwodadi. Di dalam bus itu ada 21 karyawan salah satu pabrik di Godong, kecamatan tempat Tinanding berada, yang hendak pulang kerja.

”Saat itu, menurut keterangan, yang nekat menerobos ada 16 orang. Kami saat itu belum tahu kalau di bus masih ada lima penumpang. Bahkan awalnya kami juga belum tahu ada bus terjebak,” kata Yogi kepada Radar Kudus Grup Jawa Pos saat ditemui di sela tugasnya kemarin (17/2).

Namun, arus pada Senin (15/2) sore itu terlalu deras. Dari 16 penumpang yang nekat, lima orang di antaranya memilih kembali ke bus karena takut. Sebelas lainnya tetap menyeberang dengan berpegangan satu sama lain. Jadilah di dalam bus tersisa 10 orang.

Sesampainya di dekat kawasan Istana Gubug, Grobogan, mereka yang menyeberang tadi baru bertemu petugas PMI dan BPBD yang bersiaga. ”Kondisi mereka sudah sangat capek karena terkuras tenaganya. Dua orang langsung pingsan begitu sampai,” ujarnya.

Satu korban ditangani di lokasi dengan terapi oksigen. Satu lainnya dirujuk ke RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug karena mengalami trauma dan kelelahan berat. ”Yang pingsan juga cerita hampir terseret arus. Itu yang bikin syok,” tambahnya.

Sekitar pukul 18.00 atau tiga jam sejak bus terjebak, petugas dari BPBD Grobogan menerima telepon dari Kepala Pelaksana BPBD Grobogan. ”Informasinya, masih ada bus mogok tepat di tengah lokasi jebolan,” kata Yogi.

 

Baca Juga: Rusia Blokir WhatsApp, Dorong Warga Beralih ke Aplikasi Nasional

 

Upayakan Penderekan

Begitu mendengar ada bus terjebak, tim penolong langsung fokus mencari kendaraan besar untuk menarik bus. Mereka mengupayakan penderekan bus.

Namun, di tengah situasi hujan, banjir, dan macet, tentu tak mudah melakukannya. Hampir satu jam berselang, arus belum juga surut. Proses derek pun belum memungkinkan dilakukan.

Menjelang pukul 19.00 WIB, petugas menerima telepon dari Sekretaris Daerah Grobogan yang menginstruksikan, agar evakuasi diprioritaskan pada penumpang yang masih berada di dalam bus. ”Dari situ kami baru tahu kalau di dalamnya masih ada penumpang. Kami putuskan, yang penting orangnya dulu. Bus bisa menyusul,” katanya.

Sekitar pukul 20.00, tim bergerak. Pelampung dan tali pengaman dibawa. Dengan penerangan seadanya dari lampu kendaraan dan senter, mereka menembus arus menuju bus. ”Kami bentangkan tali supaya penumpang bisa pegang. Petugas berdiri melawan arus, menjaga keseimbangan,” jelas Yogi. Satu per satu penumpang diseberangkan. Arus masih kuat, namun koordinasi dan ketenangan menjadi kunci. Kesepuluh penumpang akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat.

Setelah itu, para penyintas diistirahatkan, diberi minum, lalu diantar ke Terminal Gubug. Malam itu sudah tak ada bus beroperasi. Petugas pun memberi kesempatan mereka menghubungi keluarga untuk menjemput.

Bagi Yogi, peristiwa itu bukan sekadar operasi penyelamatan. Di tengah derasnya arus Sungai Tuntang dan gelapnya malam di Godong, keputusan cepat dan komunikasi berjenjang menjadi pembeda antara risiko dan keselamatan. ”Yang paling penting semua selamat. Itu saja,” ucapnya.

Beton Mengelupas

Bahkan sampai kemarin pun jalur provinsi Semarang–Purwodadi masih tak bisa dilalui. Bisa dibayangkan betapa derasnya arus sehari sebelumnya. Jalan tersebut putus sepanjang 50 meter. Lokasi jalan yang putus berada di Desa Tinanding, tempat bus karyawan tadi juga terjebak sehari sebelumnya.

”Jalan provinsi Semarang-Godong putus, beton mengelupas dan terbawa arus. Ada sekitar 50 meter ruas jalan yang hilang, konstruksi jalannya pun hilang. Padahal itu baru juga dibangun,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro kepada Radar Semarang Grup Jawa Pos kemarin.

Dalam sebulan ke depan, jalur tersebut bakal berperan penting dalam pergerakan arus mudik. Karena itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan, kepada Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) setempat agar mempercepat pemasangan jembatan armco di jalur utama Grobogan–Kota Semarang.

Pemasangan jembatan itu tepatnya di jalan yang berdekatan dengan titik jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang mengakibatkan jalan utama itu putus total. ”Jalan ini sangat krusial bagi masyarakat karena sebagai jalur utama penghubung logistik dan jalur mudik Lebaran. Yang penting jalan ini bisa dipakai dulu,” ucap Luthfi saat meninjau lokasi tanggul jebol kemarin. (*/ttg/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional