Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mentan Amran Fokus Peremajaan dan Hilirisasi untuk Dongkrak Daya Saing Kopi Nasional

Toar Rotulung • 2026-02-19 08:38:02

Kinerja ekspor kopi Indonesia menembus lebih dari US$1,63 miliar pada 2024, menegaskan posisi kopi sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan nasional/(Istimewa).
Kinerja ekspor kopi Indonesia menembus lebih dari US$1,63 miliar pada 2024, menegaskan posisi kopi sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan nasional/(Istimewa).

JAGOSATU.COM - Kinerja ekspor kopi Indonesia pada 2024 menembus lebih dari US$1,63 miliar, menegaskan komoditas ini sebagai salah satu tulang punggung subsektor perkebunan nasional. Capaian tersebut menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat strategi pengembangan kopi dari hulu hingga hilir melalui percepatan hilirisasi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa keberhasilan ekspor ini harus diikuti dengan kebijakan terintegrasi yang mampu meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Menurutnya, arah pengembangan kopi nasional tidak hanya berfokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga kualitas, keberlanjutan, dan transformasi industri pengolahan.

“Pengembangan kopi nasional harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi pekebun. Kebijakan ke depan difokuskan pada peningkatan produktivitas kebun rakyat, peremajaan tanaman, penguatan penanganan pascapanen, serta percepatan hilirisasi agar kopi Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dalam produk olahan bernilai tambah tinggi,” ujar Mentan Amran.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, produksi kopi nasional mencapai sekitar 813 ribu ton kopi berasan. Sementara itu, volume ekspor tercatat sebesar 316,7 ribu ton dengan nilai lebih dari US$1,63 miliar. Angka tersebut menunjukkan potensi besar yang masih dapat dioptimalkan melalui penguatan industri pengolahan domestik.

Indonesia sendiri merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia, dengan pasar ekspor yang terus berkembang di kawasan Amerika, Eropa, dan Asia. Pemerintah menargetkan hingga 2026 Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pemasok kopi olahan bernilai tambah, bukan sekadar eksportir bahan baku.

Hilirisasi dinilai menjadi kunci utama untuk meningkatkan posisi tawar kopi Indonesia di pasar global. Strategi ini mencakup pengembangan industri roasting, produk kopi siap seduh, ekstrak kopi, hingga diversifikasi produk turunan lainnya yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menegaskan bahwa transformasi sektor kopi harus dilakukan secara terintegrasi. Pemerintah mendorong penerapan praktik budidaya adaptif terhadap perubahan iklim, penguatan pendampingan teknis, serta peningkatan kelembagaan pekebun agar produktivitas dan mutu tetap terjaga.

Selain itu, kemitraan antara pekebun dan pelaku industri pengolahan terus diperkuat. Skema kemitraan ini diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi, memperbaiki tata niaga, serta memastikan harga yang lebih adil bagi petani kopi di sentra-sentra produksi.

Roni menambahkan bahwa dengan strategi terintegrasi dari hulu hingga hilir, pengembangan kopi nasional hingga 2026 diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas akses pasar ekspor, serta memperkuat kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah juga menekankan pentingnya konsistensi mutu dan pemenuhan standar internasional agar kopi Indonesia semakin kompetitif. Upaya ini mencakup sertifikasi, peningkatan kualitas pascapanen, hingga penguatan branding kopi Indonesia di pasar global.

Dengan fondasi produksi yang kuat dan strategi hilirisasi yang terarah, kopi Indonesia diproyeksikan tidak hanya mempertahankan capaian ekspor, tetapi juga naik kelas sebagai produk olahan premium yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.

Editor : Toar Rotulung
#Andi Amran Sulaiman #industri kopi nasional #Hilirisasi Kopi #ekspor kopi Indonesia