SITUBONDO – Di rumah yang hancur berantakan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, itu, beberapa batang petasan berserakan. Diameternya sekitar empat sentimeter dan panjangnya 15 sentimeter. Ledakan akibat petasan kemarin (18/2) siang itu juga membawa korban jiwa. Supriadi, 50, yang tengah memperbaiki rumah di samping lokasi ledakan meninggal.
Enam orang lainnya mengalami luka bakar serius. "Sesuai keterangan saksi warga sekitar lokasi kejadian, ledakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB," kata Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie di lokasi kejadian ledakan kemarin.
Rumah yang hancur itu milik Kulsum. Nenek 60 tahun tersebut mengalami patah tulang dan luka bakar serius. Sedangkan Samsul Arifin, 22, keponakan Kulsum yang diduga meracik petasan, mengalami luka bakar pada sekujur badan.
Korban luka lainnya adalah Riko 25; Abdur 15; Fais 20; dan Fino 15. Para korban itu juga diduga tengah berada di rumah yang sama saat kejadian. Sebanyak 12 rumah dan bangunan lainnya ikut terdampak. "Total korban ledakan ada tujuh, satu meninggal, enam korban lain masih dirawat di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo," ungkap Samsul Arifin, 45, salah seorang tetangga Kulsum.
Kulsum, menurut Arifin, sebagai pemilik rumah sebenarnya hidup sendirian. Namun, Samsul diketahui sering mampir ke rumah tersebut. Diduga kuat yang sedang membuat petasan di dalam rumah itu adalah Samsul.
"Samsul ini rumahnya lumayan jauh. Mungkin bikin petasan di dalam rumah Bu Kulsum karena rumah itu sepi," ujar Samsul Arifin.
Tengah Memasak
Pantauan di lapangan, rumah Kulsum yang diduga menjadi tempat penyimpanan serbuk dan pembuatan petasan rata dengan tanah. Sedangkan sejumlah rumah warga di sekitar lokasi juga rusak terdampak ledakan.
"Ada yang bilang Bu Kulsum lagi memasak di dapurnya, mungkin mau membuat kopi. Tidak tahu juga kepastiannya," imbuh Arifin. Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menambahkan, tujuh orang tersebut diduga merupakan korban ledakan petasan. Hal itu dibuktikan dengan temuan beberapa batang petasan di lokasi kejadian. "Untuk korban dirujuk ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo karena luka bakar sekitar 90 persen," kata dia.
Persis sebulan lalu (19/1) insiden dengan petasan sebagai pemicu terjadi di Pasar Kertosono Nganjuk Jawa Timur. Sebuah ruko yang menjual petasan terbakar setelah terdengar dentuman berulang kali.
Kebakaran tersebut dipicu percikan api dari pembakaran sampah di belakang toko yang merembet ke stok petasan. Tidak ada korban jiwa dengan kerugian ditaksir Rp 20 juta.
Mercon dalam Kaleng
Insiden lain terkait petasan di Jatim bahkan hanya berselang dua hari sebelum ledakan maut di Situbondo. Dua remaja di Sampang harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena ledakan petasan pada Senin (16/2). Keduanya mengalami luka bakar setelah menyalakan petasan rakitan yang dibuat sendiri.
Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, kejadian bermula saat MV, 22, dan MR, 13, bermain petasan di sekitar rumah. Keduanya lalu berinisiatif membuat petasan menggunakan kaleng susu bekas yang ditemukan di tempat sampah.
Setelah menemukan kaleng tersebut, keduanya mengisinya dengan spiritus. Setelah itu petasan rakitan tersebut hendak dinyalakan menggunakan batu korek api. Tiba-tiba petasan rakitan tersebut meledak dan mengeluarkan api.
Minta Bantuan Jihandak
Untuk penanganan di lokasi kejadian, Polres Situbondo meminta bantuan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Jatim. Sebab, masih banyak batang petasan yang diduga terkubur reruntuhan rumah Kulsum yang roboh.
Bayu mengatakan, anggota Tim INAFIS Polres Situbondo langsung memasang garis polisi di area tempat kejadian perkara. Itu dilakukan untuk mensterilkan lokasi mengingat banyak pecahan kaca yang berserakan.
Untuk petasan yang diduga terkubur masih banyak. Namun, anggota Polres Situbondo tidak memiliki keahlian mencari. Upaya yang dilakukan adalah mendatangkan tim penjinak bom dari Kompi Brimob Tenggarang, Bondowoso. "Dua kompi tim Brimob sudah di lokasi untuk ikut mensterilkan lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara," kata Bayu.
Tak hanya itu, Bayu juga meminta bantuan tim Jihandak Brimob Jatim. "Tim Jihandak Polda Jatim sudah dalam perjalanan, sementara anggota kami fokus pada para korban yang diduga kena petasan," paparnya. (hum/ttg/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy