Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

RI-AS Teken 11 MoU Senilai USD 38,4 Miliar, Prabowo Tawarkan Indonesia Jadi Basis Produksi Pengusaha Amerika Serikat

Pratama Karamoy • 2026-02-20 12:52:06
Presiden Prabowo Subianto (empat dari kiri) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (lima dari kiri) menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman
Presiden Prabowo Subianto (empat dari kiri) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (lima dari kiri) menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman

JAKARTA – Hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat kian diperdalam. Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan 11 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara pelaku usaha kedua negara dengan total nilai mencapai USD 38,4 miliar.

Penandatanganan berlangsung dalam business summit yang digelar US-ASEAN Business Council di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2). Kerja sama melibatkan sektor pemerintah dan swasta dari kedua negara dengan cakupan bidang yang luas. Mulai dari pertambangan dan hilirisasi, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, hingga manufaktur furnitur serta pengembangan teknologi.

 

Prabowo menilai, kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral sekaligus membuka peluang investasi baru. "Kesepakatan ini mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik," ujarnya.

Prabowo menambahkan, RI memiliki kekayaan sumber daya alam yang tidak hanya melimpah tetapi juga strategis. Pasalnya, Indonesia saat ini tengah mendorong percepatan industrialisasi yang membuka peluang investasi baru di berbagai sektor. Dia berharap perusahaan asal AS tidak hanya memandang Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik, tetapi juga sebagai basis produksi utama.

 

Sektor Mineral Kritis dan Energi

Di sektor mineral kritis, kerja sama ditandai dengan penandatanganan memorandum of agreement antara Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dengan President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk serta Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas. Sementara di sektor energi, disepakati MoU oilfield recovery antara Pertamina dan Halliburton, yang ditandatangani CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Halliburton Ankush Balla.

 

Baca Juga: Bareskrim Geledah Rumah di Surabaya yang Tampung Emas Hasil Tambang Ilegal

 

Pengembangan Semikonduktor

Adapun di sektor teknologi, disepakati sejumlah kerja sama pengembangan semikonduktor antara PT Galang Bumi Industri dengan Essence dan Tynergy Technology Group. Direktur Utama PT Galang Bumi Industri Ahmad Maruf Maulana menyebutkan, kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat hilirisasi industri mineral dan energi terbarukan di dalam negeri. "Ekosistem PSN Wiraraja GESEIP mencakup hilirisasi kuarsa silika hingga produksi polysilicon untuk kebutuhan semikonduktor dan solar cell," ujarnya.

Tahap awal investasi proyek diperkirakan mencapai USD 4,9 miliar. Jika berjalan sesuai rencana, nilai investasi berpotensi meningkat hingga USD 26,7 miliar untuk membangun fasilitas produksi lanjutan, mulai dari ingot wafer, wafer slicing, hingga fabrikasi chip. Langkah ini diharapkan membentuk rantai produksi semikonduktor terintegrasi di dalam negeri sekaligus mempercepat transformasi ekonomi berbasis hilirisasi dan teknologi. (agf/dio/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#global