Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Industri Kendaraan Roda Dua Catat Pertumbuhan Penjualan Di Pasar Domestik dan Ekspor

Pratama Karamoy • 2026-02-20 13:05:10
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA – Pasar kendaraan roda dua masih mampu bertahan di tengah tekanan besar terhadap industri roda empat. Catatan penjualan menunjukkan segmen motor justru mampu mempertahankan tren pertumbuhan dan menjadi penopang penting aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diartia menilai kinerja industri roda dua tetap solid berkat tingginya kebutuhan mobilitas dan perannya sebagai sarana penunjang kegiatan produktif. "Sementara kendaraan roda empat masih menghadapi tantangan dengan mengalami penetrasi selama dua tahun berturut-turut. Segmen roda dua justru menunjukkan pertumbuhan yang konsisten pada 2025," ujar Setia.

 

Pasar domestik kendaraan roda dua mencatatkan penjualan lebih dari 6,4 juta unit atau tumbuh 1,3 persen dibandingkan tahun 2024. Ekspor motor Indonesia juga mencapai sekitar 540 ribu unit dengan nilai sekitar Rp 10,5 triliun. "Capaian ini menegaskan bahwa industri roda dua di Indonesia masih memiliki resiliensi yang cukup tinggi di tengah dinamika pasar domestik dan global," tambahnya.

 

Baca Juga: Bareskrim Geledah Rumah di Surabaya yang Tampung Emas Hasil Tambang Ilegal

 

Optimisme terhadap prospek industri juga disampaikan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Organisasi tersebut memproyeksikan pasar sepeda motor nasional pada 2026 akan tetap stabil meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi. "Kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta sampai 6,7 juta unit," ujar Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala.

 

Menurut Sigit, salah satu faktor utama yang menopang permintaan adalah peran pembiayaan. Skema kredit masih menjadi tulang punggung penjualan sepeda motor, dengan kontribusi sekitar 65 persen dari total pembelian. Penurunan daya beli juga mendorong banyak konsumen beralih ke sepeda motor sebagai pilihan mobilitas yang lebih terjangkau. "Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar," beber Sigit. (agf/gal/jawa pos)

 

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional