Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Jelang TKA SD-SMP, Pemda Inventarisasi Sarana dan Prasarana

Pratama Karamoy • 2026-02-20 14:37:46
Ilustrasi
Ilustrasi

 

JAKARTA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP pada April mendatang kian matang. Dukungan dari pemerintah daerah (pemda) hingga orang tua murid pun terus mengalir.

Di Jawa Tengah, persiapan telah dilakukan secara menyeluruh. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin, menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti sosialisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan membentuk kepanitiaan pelaksanaan TKA SD-SMP hingga tingkat kabupaten/kota. Koordinasi lintas daerah juga terus diperkuat.

"Kami sudah membentuk kepanitiaan tingkat provinsi dan meminta daerah melakukan hal serupa. Harapannya, pelaksanaan TKA berjalan lancar sesuai ketentuan," ujarnya, dikutip Kamis (19/2).

 

Sejumlah langkah teknis juga ditempuh, mulai dari penyusunan soal untuk kelas 6 SD dan kelas 9 SMP hingga pelatihan tim teknis. Sebagai informasi, untuk TKA SD-SMP, soal tidak sepenuhnya disusun oleh pusat. Ada peran pemda melalui guru mata pelajaran terkait dalam penyusunan soal. Adapun pada TKA SD-SMP ini hanya ada dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.

Tak hanya itu, pemda juga telah menginventarisasi sarana dan prasarana yang akan digunakan, seperti komputer, jaringan listrik, dan internet, guna mengantisipasi kendala di lapangan. Pemantauan dilakukan secara berlapis, mulai dari pendataan peserta, simulasi, gladi bersih, hingga pelaksanaan utama dan susulan. Verifikasi langsung ke sekolah juga dilakukan untuk memastikan semua sarana dan prasarana benar-benar siap.

"Semoga TKA SD dan SMP ini dapat berjalan dengan baik serta sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga berharap hasil TKA dapat menjadi dasar awal perbaikan proses belajar mengajar," jelasnya.

 

Baca Juga: Industri Kendaraan Roda Dua Catat Pertumbuhan Penjualan Di Pasar Domestik dan Ekspor

 

Dukungan terhadap TKA juga datang dari kalangan akademisi. Pengamat pendidikan Satria Dharma mengatakan bahwa kehadiran TKA perlu dipahami sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan, bukan ujian penentu seperti Ujian Nasional. Sebab, TKA dirancang untuk memperoleh data capaian akademik yang terstandar, objektif, dan berkualitas secara nasional.

Meski begitu, diakuinya masih ada tantangan implementasi pada aspek sosiologis, di mana mentalitas Ujian Nasional mendarah daging selama puluhan tahun di masyarakat Indonesia. "Padahal, secara teknis dan akademis, TKA 2026 dirancang untuk membebaskan siswa dari beban kelulusan," ungkapnya. Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya menjaga agar TKA tidak berubah menjadi high-stakes test yang mendorong siswa dan guru hanya berorientasi pada nilai. Hal tersebut dapat membuat TKA tak ada bedanya dengan Ujian Nasional. (mia/ali/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional