Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

PLN Dapat Pasokan Batu Bara 84 Juta Metrik Ton

Pratama Karamoy • 2026-03-05 14:53:25

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA – Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengantisipasi stok batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menipis. PLN memastikan pasokan dalam kondisi aman setelah mendapatkan kontrak dari delapan perusahaan tambang besar.

Total pasokan yang dikontrak mencapai 84 juta metrik ton. Volume itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir Agustus 2026.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo mengatakan, kepastian pasokan dari delapan perusahaan tersebut menjadi penopang utama pasokan PLN dan Independent Power Producer (IPP). “Ketersediaan batu bara kita sangat memadai,” ujarnya di Kementerian ESDM Selasa (3/3) malam.

 

Distribusi sebelum Lebaran

Menurut dia, tambahan suplai ini diharapkan mendorong hari operasi pembangkit (HOP) di sistem Jawa–Bali. Bahkan distribusi batu bara sudah mulai dilakukan sebelum Lebaran.

Sebanyak 2026 kebutuhan batu bara PLN diproyeksikan mencapai 124 juta metrik ton.

Dari jumlah tersebut, 84 juta metrik ton berasal dari perusahaan pemegang PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara) dan IUP generasi pertama dan IUP (Izin Usaha Pertambangan) badan usaha milik negara yang tidak mengalami pemangkasan RKAB (rencana kerja dan anggaran biaya).

Adapun sisa sekitar 40 juta metrik ton masih akan diproses dari perusahaan non-PKP2B dan non-BUMN yang terdampak penyesuaian RKAB. Yang bisa kontrak dulu sekitar 40 juta metrik ton,” tuturnya.

 

Baca Juga: Pemerintah Bangun Storage Bahan Bakar Minyak di Sumatera

 

HOP 10 Hari

Sebelumnya, Dewan Pengawas Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) Joseph Pangalila menyebutkan, sebagian besar PLTU memiliki cadangan batu bara di bawah 10 hari. Bahkan di sistem Jawa–Bali hanya dua pembangkit yang memiliki cadangan ideal 25 hari.

Rizal mengakui HOP sempat menyentuh 10 hari dari standar ideal 25 hari. Namun menurut dia, kondisi tersebut tidak otomatis mencerminkan krisis pasokan.

“Kalau HOP 10 hari tapi stabil dan tidak terus turun, itu tidak masalah. Yang penting pasokan stabil,” ujarnya.

 

Terkendala Penyesuaian Regulasi

PLN menilai tantangan pasokan di awal tahun lazim dipengaruhi faktor cuaca seperti periode angin kencang serta perubahan kebijakan kontrak dari delapan pemasok utama.

Dengan proyeksi optimistis kebutuhan batu bara hingga Agustus 2026 dapat terpenuhi.

Perlu diketahui, kontribusi pembangkit listrik nasional saat ini masih didominasi batu bara sekitar 50 persen. Karena itu, stabilitas pasokan batu bara menjadi krusial bagi sistem kelistrikan nasional, terutama menjelang periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idul Fitri. (agf/dio/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#PLN #batu bara #Nasional