JAGOSATU.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pesan persatuan, kejujuran, dan kerja keras kepada sekitar tiga ribu warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) saat menghadiri acara buka puasa bersama di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menekankan bahwa kebersamaan di bulan Ramadan menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Karena itu, setiap orang harus menjaga integritas antara ucapan dan perbuatan serta memperbanyak amal kebaikan kepada sesama.
“Jujur dan adil dalam bertindak. Karena kita diteropong oleh Allah. Ini hanya panggung sandiwara. 70–80 tahun kita pergi. Yang mengantar kita adalah amal kebaikan kita pada manusia,” ujarnya.
Ia menegaskan selalu berusaha memperlakukan semua orang secara setara tanpa memandang jabatan maupun kekayaan. Menurutnya, setiap manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan.
“Saya tidak mau membedakan karena dia punya jabatan dan harta. Siapapun. Kami pulang kampung, ketemu tukang beca, petani kecil, sama dengan saya,” katanya.
Berpihak kepada Rakyat Kecil
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menegaskan komitmennya untuk berpihak kepada rakyat kecil, termasuk dalam menjalankan amanah di sektor pertanian melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Ia mencontohkan pengalamannya ketika menemukan petani yang masih bekerja dengan peralatan sederhana. Saat itu, ia langsung meminta pemerintah daerah memastikan bantuan alat pertanian benar-benar sampai kepada masyarakat.
“Hati-hati. Suara rakyat, suara Tuhan. Kami pernah kunjungan dan menemukan ibu-ibu mencangkul pakai kayu. Saya bilang, kalau bantuan tidak dikeluarkan, kami hentikan bantuan satu provinsi dan kepala dinasnya dicopot hari itu juga,” ungkapnya.
Menurutnya, keberpihakan kepada rakyat kecil merupakan tanggung jawab moral yang tidak bisa ditawar. Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang menzalimi rakyat harus berhadapan dengan hukum.
Pesan untuk Keluarga dan Generasi Muda
Dalam acara tersebut, Amran juga mengingatkan pentingnya menjaga keluarga dan mendidik anak dengan baik, termasuk memastikan rezeki yang diberikan kepada keluarga berasal dari sumber yang halal.
“Jaga keluarga, jaga anak dengan baik. Beri makanan halal. Hati-hati anak-anak kalau tidak kita jaga dengan baik,” pesannya.
Sebagai organisasi yang menaungi masyarakat Sulawesi Selatan di berbagai daerah, ia menilai KKSS memiliki kekuatan besar apabila seluruh anggotanya menjaga persatuan dan saling mendukung.
“Kalau KKSS ini menyatu, jumlahnya sekitar 16 juta orang di seluruh Indonesia. Kalau masing-masing bisa mempengaruhi sepuluh orang saja, itu sudah 160 juta orang. Itu bisa memberi pengaruh besar bagi bangsa ini,” ucapnya.
Pesan Perubahan dan Kerja Keras
Amran juga membagikan perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana di desa. Nilai utama yang diwariskan oleh orang tuanya adalah kejujuran dan larangan mengambil hak orang lain.
“Kami dari desa yang paling miskin. Pesan orang tua hanya satu, jangan pernah makan haknya orang lain,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa perubahan hidup hanya dapat terjadi jika seseorang mau mengubah pola pikir dan bekerja keras. Ia mengutip pesan dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Ra’d ayat 11, yang menyatakan bahwa nasib suatu kaum tidak akan berubah jika mereka tidak berusaha mengubah diri sendiri.
Selain itu, Amran juga mengingatkan bahaya kesombongan yang dapat menjadi awal kehancuran seseorang.
“Kalau ada orang selalu menganggap dirinya hebat atau paling kaya, itu justru awal dari kehancuran. Biarlah Allah yang mengangkat derajat kita,” ujarnya.
Menutup pesannya, Amran mengajak seluruh warga KKSS untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, dan memberikan yang terbaik dalam pekerjaan apa pun yang dijalani.
“Apapun pekerjaan kita, lakukan yang terbaik. Mau jual cendol, juallah cendol terbaik. Mau jual baju, jual yang terbaik. Jangan pernah ada niat menipu,” pungkasnya.
Editor : Toar Rotulung