Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pemudik Terjebak Macet "Horor" di Pelabuhan Gilimanuk

Pratama Karamoy • 2026-03-16 14:03:40

MENGULAR: Kendaraan mengantre masuk ke pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, untuk menyeberang ke Banyuwangi. Ekor antrean mencapai 32 kilometer.
MENGULAR: Kendaraan mengantre masuk ke pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, untuk menyeberang ke Banyuwangi. Ekor antrean mencapai 32 kilometer.

JEMBRANA – Akses menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, macet "horor" kemarin (15/3). Kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa mengular panjang hingga 32 kilometer (km). Kepadatan kendaraan terasa sejak Jumat (14/3) malam.

Pada Sabtu (14/3) pagi, antrean bahkan telah mencapai wilayah Desa Melaya yang jaraknya sekitar 15 km dari pelabuhan. Kepadatan dipicu peningkatan mobilitas masyarakat yang hendak menyeberang dari Bali menuju Pulau Jawa menjelang Lebaran. Banyak pemudik yang memilih menyeberang lebih awal karena adanya rencana penutupan operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi pada 19-20 Maret 2026.

 

Salah seorang pemudik, Witari mengatakan, dia berencana pulang kampung ke Jawa Barat (Jabar) bersama suami dan anak-anaknya. Mereka berangkat dari kawasan Jembrana, pada Minggu (15/3) pukul 09.00 WITA. Namun, hingga pukul 14.44 WITA, Witari baru sampai di depan GOR Melaya. Artinya, untuk menempuh jarak sekitar 10 km, mereka harus menghabiskan waktu hingga enam jam di perjalanan. "Lumayan lama tidak bergerak. Tapi, tetap sabar dan semangat saja," ujarnya.

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dwi Suparwati mengungkapkan, seluruh personel telah dikerahkan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pemudik. Pihaknya telah melakukan rekayasa lalu lintas. "Pengaturan arus kendaraan tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan pihak pelabuhan.

 

Baca Juga: Stok BBM Lebih Banyak dari RI, Malaysia-Filipina Siapkan Mitigasi Krisis Energi

 

ASDP Minta Maaf

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Windy Adale menjelaskan, lonjakan kendaraan terjadi karena tingginya mobilitas masyarakat serta kendaraan logistik yang ingin menyeberang sebelum layanan penyeberangan ditutup sementara saat Nyepi. "ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa," ujarnya.

Saat ini, ASDP menambah tujuh kapal dari normalnya 28 kapal. Sehingga, totalnya 35 kapal yang beroperasi bergantian selama 24 jam.

Berdasarkan data Posko Gilimanuk pada 14 Maret 2026, tercatat 234 trip kapal melayani penyeberangan dari Bali menuju Pulau Jawa. Jumlah penumpang mencapai 54.652 orang atau meningkat 8,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 50.545 orang.

Di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, untuk mempercepat pelayanan penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mengaktifkan dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang guna mengoperasikan dua kapal tambahan. (eps/fre/aph/jawa pos)

 

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional