Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Digagas Sejak 2003, Dewan Pendidikan Nasional resmi dibentuk

Pratama Karamoy • 2026-03-16 17:26:38

PENGUATAN KARAKTER: Abdul Mu’ti (tengah) bersama anggota Dewan Pendidikan Nasional yang resmi dilantik pada Jumat (13/3).
PENGUATAN KARAKTER: Abdul Mu’ti (tengah) bersama anggota Dewan Pendidikan Nasional yang resmi dilantik pada Jumat (13/3).

 

JAKARTA - Undang-Undang 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) mengamanahkan pembentukan Dewan Pendidikan Nasional. Selama 23 tahun, Dewan Pendidikan Nasional akhirnya dibentuk. Dilantik langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Penamaan Dewan Pendidikan Nasional itu menyesuaikan dengan nomenklatur Kemendikdasmen sehingga bernama Dewan Pendidikan Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah. Jajaran anggota dewan periode 2026–2031 itu diisi sejumlah tokoh pendidikan, di antaranya Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi. Saat pelantikan, Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Dewan Pendidikan Nasional. “Kami mengetahui dengan baik bagaimana integritas, kapasitas, dan dedikasi bapak dan ibu sekalian dalam memajukan pendidikan di tanah air,” kata Mu’ti dalam keterangannya (15/3). Dia menjelaskan bahwa pembentukan Dewan Pendidikan Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan sejarah baru.

 

Pembentukan dewan ini juga sejalan dengan amanat UU 20/2003 tentang Sisdiknas. Mu’ti menyampaikan Kemendikdasmen saat ini mendapat amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk terus memajukan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Fokus tersebut di antaranya penguatan karakter dan peradaban bangsa melalui pendidikan.

Selain itu peningkatan kompetensi di bidang science, technology, engineering, dan mathematic (STEM). Upaya ini bertujuan membekali generasi muda dengan kemampuan yang relevan menghadapi masa depan. “Kami memiliki visi Pendidikan Bermutu untuk Semua sebagai bagian dari penjabaran Asta Cita Bapak Presiden,” tuturnya. Menurut Mu’ti kehadiran Dewan Pendidikan Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah memiliki peran penting, yaitu sebagai mitra strategis Kementerian dalam memberikan berbagai masukan, kritik, dan saran yang konstruktif. (wan/bas/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional