Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kendaraan Terjebak Macet 20 Km, Pemudik Jalan Kaki Menuju Pelabuhan Gilimanuk

Pratama Karamoy • 2026-03-17 12:35:06

TUNGGU KAPAL: Kendaraan pribadi dan angkutan umum terjebak macet di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, kemarin (16/3).
TUNGGU KAPAL: Kendaraan pribadi dan angkutan umum terjebak macet di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, kemarin (16/3).

JEMBRANA – Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mulai berkurang meski belum signifikan, kemarin (16/3). Panjang antrean kendaraan yang semula 32 kilometer (km), kini menyusut mencapai 20 km. Karena terjebak kemacetan, pemudik memilih berjalan kaki menuju pelabuhan. Di pelabuhan pun banyak orang yang bermalam lantaran tak kunjung dapat menyeberang.

Sejumlah pemudik yang menggunakan mobil pribadi mengaku sudah terjebak macet seharian. "Berangkat kemarin Minggu (15/3) pagi, sampai sekarang (Senin, red) belum juga masuk pelabuhan," keluh Ahmad Khoiri, pemudik yang hendak menuju Gresik, Jawa Timur, saat ditemui di jalur antrean di Pelabuhan Gilimanuk.

Pria yang sudah bekerja di Bali sejak 2005 itu mengaku, musim mudik tahun ini merupakan rekor terlama dan terpanjang. Pada mudik sebelumnya, dia terjebak antrean paling lama 12 jam. "Baru sekarang ini mudik macetnya sampai sehari semalam. Paling parah sejak 20 tahun saya kerja di Bali," ungkapnya.

 

Kemacetan panjang memaksa sebagian pemudik berjalan kaki puluhan kilometer demi bisa segera tiba di Pelabuhan Gilimanuk. Salah satunya Daimam, 59, pemudik asal Purwodadi, Jawa Tengah. Penumpang travel itu terjebak macet sejak Minggu sore pukul 17.00 WITA di ruas Jalan Denpasar-Gilimanuk. Hingga kemarin (16/3) subuh, kendaraan yang ditumpanginya tak juga bergerak.

Saat rombongan tiba di Dusun Sumbersari, Daimam memutuskan turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Bersama beberapa penumpang, dia menempuh jarak sekitar 10 kilometer menuju Gilimanuk. "Subuh saya turun dari travel. Badan capek, tapi kalau nunggu di mobil rasanya tidak ada kepastian," katanya, ditemui di Masjid Al-Mubarok Gilimanuk.

 

Baca Juga: Pemudik Terjebak Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk

 

Respons ASDP

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah melakukan penguatan operasional bersama kepolisian untuk mempercepat pergerakan kendaraan. "Berbagai langkah percepatan operasional terus kami lakukan bersama stakeholder, mulai dari pengaturan lalu lintas di jalur antrean hingga optimalisasi layanan penyeberangan, agar arus kendaraan tetap bergerak dan antrean dapat segera terurai," ujar Direktur Utama ASDP Shelvy Arifin melalui keterangan tertulis pada kemarin (16/3).

 

Berdasarkan pantauan, pada Senin pukul 14.00 WITA, polisi tengah menerapkan pola lalu lintas satu arah (one way) dalam radius sekitar 4,5 Km. Rekayasa ekor antrean kendaraan berada di sekitar KM 15, dengan kondisi kepadatan yang terpotong-potong seiring pengaturan lalu lintas dan proses penyerapan kendaraan menuju kawasan pelabuhan. Selain itu, kata dia, kendaraan kecil juga dialihkan menuju Buffer Zone Kargo untuk mengurangi kepadatan di jalur utama. (bas/mia/aph/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional