JAKARTA - Pemprov Jawa Tengah memberangkatkan 16.870 pemudik dari Lapangan Purna Bhakti Museum, Jakarta Timur, menuju berbagai daerah di Jawa Tengah, kemarin (16/3). Dalam program mudik gratis itu, total ada 325 bus yang disediakan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, mudik merupakan bagian dari tradisi masyarakat. Lewat program mudik gratis, kata dia, pemerintah berupaya meringankan beban para pekerja perantau agar dapat berkumpul dengan keluarga saat Lebaran. "Masyarakat bisa pulang tanpa biaya," ujar Luthfi.
Pemprov menyiapkan 325 bus guna mengangkut 16.870 pemudik menuju berbagai daerah di Jawa Tengah. Peserta Mudik Gratis itu berasal berbagai kalangan, yaitu pekerja perantau, pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online (ojol), pedagang, asisten rumah tangga (ART), pekerja bangunan, hingga mahasiswa, serta penyandang disabilitas. "Semua kita fasilitasi untuk meringankan beban masyarakat di perantauan. Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada warga," katanya.
Gerakkan Ekonomi Daerah
Pemprov Jateng telah menyiapkan moda transportasi kereta api (KA) bagi warga yang hendak balik setelah Lebaran. Luthfi juga mengingatkan para pemudik agar memanfaatkan momen pulang kampung untuk menggerakkan ekonomi di daerah. "Duit yang biasanya untuk ongkos karcis, ditabung saja dan dibelanjakan di kampung. Biar UMKM hidup dan masyarakat di daerah semakin sejahtera," ujarnya.
Warga yang hendak balik ke Jakarta diminta tidak mengajak saudaranya atau orang lain ke Jakarta tanpa kepastian pekerjaan. Sebab, pemprov telah menyiapkan berbagai program pelatihan kerja bagi masyarakat yang ingin bekerja di daerah. "Kami tidak ingin masyarakat datang ke Jakarta tanpa kepastian kerja. Di Jawa Tengah, sudah disiapkan balai latihan kerja, vokasi, dan berbagai peluang pekerjaan," paparnya. (nad/aph/jawa pos)