Michael Bambang Hartono dikenal sebagai sosok sederhana dan rendah hati yang menjadi figur kunci pertumbuhan pesat Grup Djarum. Peraih perunggu bridge di Asian Games 2018 tersebut juga turut membidani kelahiran PB Djarum, klub bulu tangkis yang melahirkan sejumlah peraih emas Olimpiade.
Luluk Hadiyanto memang jarang bertemu langsung dengan bos PT Djarum Michael Bambang Hartono. Namun, mantan pemain ganda putra badminton nomor satu dunia itu tak akan lupa jasa pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 2 Oktober 1939 tersebut kepada dirinya dan bulu tangkis Indonesia.
"Beliaulah bersama saudaranya, Pak Robert Budi Hartono, yang menginisiasi PB Djarum pada tahun 1969-an hingga akhirnya kita melahirkan begitu banyak pemain hebat sampai sekarang," kata Luluk yang dibina PB Djarum sejak pada Jawa Pos kemarin (19/3).
Luluk menuturkan, Michael menjadikan pembinaan olahraga sebagai salah satu cara mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. "Beliau sendiri atlet senior bridge yang tenang tapi pernah perunggu nomor super mixed team bridge di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang itu."
Michael meninggal dunia di Singapura pada pukul 13.15 waktu setempat (12.15 WIB) kemarin dalam usia 86 tahun. "Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tulis manajemen PT Djarum di Instagram resmi perusahaan.
Keberhasilan di sektor perbankan turut mengukuh Michael dikenal sebagai sosok yang bijaksana, rendah hati serta memiliki dedikasi tinggi dalam membangun usaha. Nilai-nilai tersebut turut menginspirasi keluarga, rekan, hingga para pelaku usaha yang pernah berinteraksi dengannya.
Bersama sang adik Robert, Michael menjadi figur kunci di balik pertumbuhan pesat Grup Djarum. Perusahaan yang awalnya pabrik rokok warisan sang ayah Oei Wie Gwan itu berkembang menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia dengan jangkauan bisnis hingga pasar internasional.
Baca Juga: Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Berpencar ke Jakarta Selatan dan Bogor
Ekspansi bisnis keluarga Hartono tidak berhenti di industri tembakau. Langkah strategis yang paling menonjol adalah penetrasi ke sektor perbankan melalui kepemilikan mayoritas saham di PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Di bawah kendali mereka, BCA menjelma menjadi bank swasta terbesar di Indonesia sekaligus perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.
kan posisi keluarga Hartono sebagai orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan data Forbes per Januari 2026, Michael Bambang Hartono bersama Robert Budi Hartono memiliki total kekayaan mencapai USD 43,8 miliar atau sekitar Rp 742 triliun.
Selain Djarum dan BCA, portofolio bisnis Michael juga mencakup berbagai sektor strategis lain. Mulai infrastruktur telekomunikasi, properti, hingga industri elektronik.
Pribadi Rendah Hati
Di luar aktivitas bisnis, Michael dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Dia sempat menjadi sorotan publik karena kebiasaannya menyantap makanan di warung kaki lima meskipun menyandang status sebagai orang terkaya di Indonesia.
"Beliau sosok yang low profile, tenang, dan berpengaruh. Kontribusinya besar tanpa banyak koar-koar di permukaan," ucap Yuni Kartika mantan pebulu tangkis nasional yang juga binaan PB Djarum.
Djarum Foundation berkontribusi besar atas penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) I Bela Diri 2025 Kudus. PB Djarum juga telah melahirkan sejumlah juara dunia bulu tangkis dan peraih medali emas Olimpiade, di antaranya ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Ketika menyumbangkan perunggu bridge di Asian Games 2018, Michael yang kala itu berusia 78 tahun menjadi atlet tertua Indonesia peraih medali. Uang bonus yang dia terima ketika itu disumbangkan untuk pengembangan bridge. Tuntasnya prosesi untuk pemerintah karena bonus untuk para atlet diberikan cepat sekali," katanya ketika itu di Istana Negara, Jakarta.
Sementara itu, dari keterangan tertulis yang diterima Radar Kudus, jenazah Michael bakal disemayamkan di Grand Heaven Jakarta pada 20-22 Maret. Persemayaman berikutnya di GOR Jati Kudus pada 22-25 Maret. Adapun upacara dan prosesi pemakaman akan berlangsung pada Kamis (25/3) pekan depan di Godo, Rembang. (raf/agf/mim/gal/ttg/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy