Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Konflik Global Buka Celah Kenaikan Harga Ekspor Komoditas Perkebunan

Pratama Karamoy • 2026-03-20 13:18:05

TERKEREK: Pekerja mengecek kualitas karet sebelum dilepas ke pasar.
TERKEREK: Pekerja mengecek kualitas karet sebelum dilepas ke pasar.

SURABAYA – PTPN I Regional 5 masih optimistis mencetak laba hingga Rp 500 miliar meskipun aset berkurang imbas pembangunan tol. Konflik global yang membuat harga komoditas naik menjadi celah bagi produk ekspor mereka meraup untung lebih besar. Salah satunya karet yang diprediksi bisa menyumbang 40 persen pemasukan.

 

Region Head PTPN I Regional 5 Subagiyo menjelaskan, masa konsolidasi tetap membuat pihaknya optimistis bisa menyumbang pendapatan bagi induk usaha. "Tahun lalu kami harus melakukan divestasi untuk beberapa lahan karena pembangunan jalan tol," ujarnya saat pemberangkatan mudik gratis di Surabaya Selasa (17/3).

 

Selama 2025 pihaknya bisa mencatatkan laba Rp 700 miliar. Salah satunya disumbang perolehan divestasi lahan yang diperuntukkan proyek tol yang mencapai 40 persen. Sisanya dari hasil produksi perkebunan. "Namun, hal tersebut juga berpengaruh terhadap kinerja perusahaan tahun ini," ungkapnya.

 

Baca Juga: Pipa Transmisi Cirebon-Semarang Akan Dihubungkan dengan Dumai-Sei Mangkei, Integrasikan Jaringan Gas Jawa dan Sumatera

 

Dengan kondisi seperti sekarang, tahun ini PTPN I regional 5 memasang target laba senilai Rp 500 miliar. Hal tersebut karena lahan tanam komoditas perkebunan berkurang. Meski begitu, Subagiyo merasa cukup optimistis target tersebut bakal terlampaui. Krisis geopolitik mengerek biaya logistik serta harga-harga komoditas.

 

"Komoditas kami seperti karet dan tembakau memang kami ekspor. Karena itu, saat dollar menguat dan ekspor makin langka, keuntungan kami akan meningkat," jelasnya. Harapannya, karet bisa menyumbang 40 persen dari kinerja penjualan perseroan di regional 5 tahun ini. Kontribusi itu akan disusul oleh kopi dan tembakau. (bil/gal/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Ekonomi #Nasional