KUDUS – Sejak pagi (25/3), GOR Djarum Jati di Kudus, Jawa Tengah, dipenuhi para pelayat. Mereka hendak memberikan penghormatan terakhir untuk mendiang Michael Bambang Hartono, Chairman PT Djarum, sebelum dikebumikan di Rembang.
Pantauan Radar Kudus Grup Jawa Pos, prosesi dibuka dengan misa arwah. Para pelayat mendoakan mendiang sebelum peti jenazah dimasukkan ke dalam mobil. Di depan mobil pembawa jenazah, pihak keluarga melaksanakan prosesi pecah semangka. Tradisi itu melambangkan kehidupan manusia di dunia yang sudah purna serta bertujuan memudahkan jalan roh dan penghormatan terakhir.
Pukul 08.33 WIB, mobil jenazah diberangkatkan menuju Rembang. Keluarga menaburkan bunga di sepanjang jalan kompleks PB Djarum guna mengiringi kepergian mendiang Bambang Hartono.
Figur Panutan
Salah satu karyawan PT Djarum yang bekerja di brak Sigaret Kretek Tangan (SKT) Terban Sri Rahayu ikut berbelasungkawa. Menurut dia, jasa almarhum sangat besar untuk Kudus maupun Indonesia. "Kami merasa kehilangan, jasa almarhum cukup besar. Almarhum memberikan lapangan pekerjaan bagi semua orang," kata perempuan yang sudah bekerja di PT Djarum selama 23 tahun itu.
Sahabat Bambang Hartono yang juga pemilik PT Marimas Putera Kencana (produsen minuman serbuk instan Marimas), Harjanto Halim mengatakan, dua bersaudara Michael Bambang Hartono dan adiknya, Robert Budi Hartono adalah pebisnis yang dermawan. Dia mencontohkan kontribusi Bambang Hartono pada Sekolah Karangturi di Semarang.
"Beliau menyumbangkan tanah seluas enam hektare untuk mengembangkan Sekolah Karangturi. Beliau sendiri adalah alumni di sekolah itu," jelasnya.
Baca Juga: WFH dan Sekolah Daring Bisa Hemat BBM 20 Persen
Ribuan orang menyambut jenazah di lokasi pemakaman. Mulai keluarga, kerabat, karyawan, hingga pejabat publik. Sekda Rembang Fahrudin ditemui usai pemakaman mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Michael Bambang Hartono.
"Pemkab Rembang mengikuti prosesi pemakaman mulai awal hingga akhir. Prosesi berjalan dengan baik," kata Fahrudin kepada awak media. (noe/lin/gal/aph/oni/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy