Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Harga BBM di Asia Naik, Bangladesh dan India Dilanda Panic Buying

Pratama Karamoy • 2026-03-26 14:40:00

Ilustrasi
Ilustrasi

PEMERINTAH Iran menyatakan tetap membuka akses pelayaran di Selat Hormuz, namun dengan syarat ketat. Hanya kapal yang dinilai "non-hostile" atau tidak bermusuhan yang diizinkan melintas, itupun wajib berkoordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Iran. Meski tidak sepenuhnya ditutup, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz turun drastis.

Al Jazeera melaporkan hanya lima kapal yang melintas pada Senin (23/3), berdasarkan pelacakan sistem identifikasi otomatis oleh perusahaan intelijen maritim Windward. Sebelum konflik, rata-rata sekitar 120 kapal melintas setiap hari.

 

Kondisi ini mendorong lonjakan harga minyak dunia. CEO BlackRock, Larry Fink, menyebut krisis energi akibat konflik berpotensi menekan ekonomi global. Ia memaparkan dua skenario: konflik mereda sehingga harga kembali normal, atau harga minyak bertahan di atas USD 100 bahkan mendekati USD 150 dalam jangka panjang yang berisiko memicu resesi global.

Dampak gangguan pasokan mulai terasa di berbagai negara. Berdasarkan laporan New Straits Times, harga BBM di Malaysia naik selama dua pekan berturut-turut. Hingga Senin (23/3), bensin Ron 95 mencapai 3,27 ringgit Malaysia per liter dari sebelumnya 2,59 ringgit Malaysia pada akhir Februari.

 

Di Singapura, per 17 Maret, The Straits Times melaporkan kenaikan harga BBM. Harga di SPBU Cnergy berada di angka 2,35 dolar Singapura per liter untuk bensin oktan 95 dan 2,65 dolar Singapura per liter untuk bensin oktan 98.

Kenaikan juga terjadi di Thailand. The Nation melaporkan, harga gasohol series (campuran bahan bakar bensin dan etanol) serta bensin naik 1 baht Thailand per liter, sedangkan diesel naik 0,70 baht Thailand per liter.

 

Baca Juga: Jalur yang Bikin Nyasar ke Sawah Dihapus dari Google Maps

 

Lalu, di Vietnam, Tuoi Tre News melaporkan bahwa per 19 Maret harga bensin E5 Ron 92 dibatasi sebesar 27.177 Vietnam Dong per liter, naik 4.673 Vietnam Dong. Sedangkan Ron 95-III naik menjadi 30.690 Vietnam Dong per liter, atau naik 5.115 Vietnam Dong. Jika dipersentase, kenaikan harga BBM tertinggi ada di Kamboja, yakni naik 68 persen. Disusul Vietnam yang naik 49,73 persen. Di Indonesia sendiri, harga BBM relatif stabil hingga kemarin.

Tekanan juga terasa di Bangladesh. Antrean panjang di SPBU terjadi akibat lonjakan permintaan yang tidak diimbangi distribusi. Asosiasi pemilik SPBU setempat meminta masyarakat menghentikan aksi panic buying yang dinilai memperburuk situasi.

Selain Bangladesh, panic buying juga terjadi di India. Dilansir Uniindia, Pemerintah India sampai mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai rumor terkait kelangkaan bahan bakar. Pejabat Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India menyatakan bahwa seluruh kilang beroperasi dengan kapasitas tinggi dan memiliki cadangan minyak mentah yang memadai. Stok bensin dan solar juga dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (lyn/oni/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional #BBM