Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ragam Dugaan Kecurangan Hari Pertama Ujian Berbasis Komputer: Peserta Dibawa ke Klinik THT untuk Lepas Alat Bantu

Pratama Karamoy • Rabu, 22 April 2026 | 12:48 WIB
PENGAWASAN KETAT: Pemeriksaan menggunakan metal detector sebelum peserta masuk ruang UTBK di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, kemarin (21/4).
PENGAWASAN KETAT: Pemeriksaan menggunakan metal detector sebelum peserta masuk ruang UTBK di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, kemarin (21/4).

DARI pendeteksi metal, seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Jawa Tengah, diketahui menggunakan alat bantu dengar. Namun, saking kecilnya alat tersebut, panitia tidak berani mengambilnya. 

Mengutip Radar Semarang Grup Jawa Pos, peserta perempuan tersebut lalu dibawa ke klinik THT rumah sakit. "Diambil menggunakan alat agar tidak membahayakan kesehatan," jelas Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Diponegoro (Undip) Heru Susanto, kemarin (21/4).

Heru menyebut, penemuan itu terjadi sebelum ujian dimulai. Bahkan, peserta yang mendaftar di Fakultas kedokteran tersebut belum masuk ruangan.

Alat tersebut terdeteksi metal detector dan dipasang di kedua telinga. "Karena kebetulan peserta ini perempuan, sesuai prosedur kami meminta teman-teman panitia perempuan untuk memeriksa. Dan, ternyata terkonfirmasi di dalam pakaiannya ada metal, plus di dalam telinganya juga ada alat bantu dengar elektronik," ungkapnya.

Pihaknya, lanjut Heru, telah melakukan klarifikasi dan pemeriksaan. "Terkait dengan sanksi tentu menjadi kewenangan panitia pusat," ujarnya.

 

Baca Juga: Unesa Tangkap Joki UTBK, UPN Temukan Foto Tak Cocok

 

Bawa Ponsel dan Headset

Upaya melakukan kecurangan juga terungkap di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Majene. Panitia berhasil mengamankan dua peserta yang ketahuan membawa alat bantu komunikasi berupa telepon seluler dan headset yang disembunyikan di balik pakaian.

Plt Wakil Rektor 1 Prof. Tasrif Surungan menyebut, kejadian tersebut ditemukan langsung oleh pengawas pada saat kedua peserta belum memasuki ruangan ujian. Kasus tersebut telah dilaporkan kepada panitia pusat.

"Karena ada indikasi bahwa pelaku kecurangan itu terlibat dalam sindikasi, ada sindikat di baliknya, kami pun merasa perlu untuk mengirim surat kepada kepolisian," ujar Tasrif. (ifa/mkb/ttg)

Editor : Pratama Karamoy
#UTBK 2026 #Nasional