DARI pendeteksi metal, seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Jawa Tengah, diketahui menggunakan alat bantu dengar. Namun, saking kecilnya alat tersebut, panitia tidak berani mengambilnya.
Mengutip Radar Semarang Grup Jawa Pos, peserta perempuan tersebut lalu dibawa ke klinik THT rumah sakit. "Diambil menggunakan alat agar tidak membahayakan kesehatan," jelas Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Diponegoro (Undip) Heru Susanto, kemarin (21/4).
Heru menyebut, penemuan itu terjadi sebelum ujian dimulai. Bahkan, peserta yang mendaftar di Fakultas kedokteran tersebut belum masuk ruangan.
Alat tersebut terdeteksi metal detector dan dipasang di kedua telinga. "Karena kebetulan peserta ini perempuan, sesuai prosedur kami meminta teman-teman panitia perempuan untuk memeriksa. Dan, ternyata terkonfirmasi di dalam pakaiannya ada metal, plus di dalam telinganya juga ada alat bantu dengar elektronik," ungkapnya.
Pihaknya, lanjut Heru, telah melakukan klarifikasi dan pemeriksaan. "Terkait dengan sanksi tentu menjadi kewenangan panitia pusat," ujarnya.
Baca Juga: Unesa Tangkap Joki UTBK, UPN Temukan Foto Tak Cocok
Bawa Ponsel dan Headset
Upaya melakukan kecurangan juga terungkap di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Majene. Panitia berhasil mengamankan dua peserta yang ketahuan membawa alat bantu komunikasi berupa telepon seluler dan headset yang disembunyikan di balik pakaian.
Plt Wakil Rektor 1 Prof. Tasrif Surungan menyebut, kejadian tersebut ditemukan langsung oleh pengawas pada saat kedua peserta belum memasuki ruangan ujian. Kasus tersebut telah dilaporkan kepada panitia pusat.
"Karena ada indikasi bahwa pelaku kecurangan itu terlibat dalam sindikasi, ada sindikat di baliknya, kami pun merasa perlu untuk mengirim surat kepada kepolisian," ujar Tasrif. (ifa/mkb/ttg)
Editor : Pratama Karamoy