Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kemenko Pangan-Kemenhaj Kirim Tiga Juta Porsi Makanan Siap Santap Untuk Jemaah Haji

Pratama Karamoy • Rabu, 22 April 2026 | 17:51 WIB
RAPAT KOORDINASI: Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kiri) bersama Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf (tengah) ingin memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah haji Indonesia.
RAPAT KOORDINASI: Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kiri) bersama Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf (tengah) ingin memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah haji Indonesia.

 

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berhasil menembus regulasi pengiriman makanan siap santap (ready to eat) untuk jemaah haji. Proses memasaknya dilakukan sepenuhnya di tanah air. Setibanya di Saudi, makanan tersebut hanya diedarkan secara terbatas untuk jemaah Indonesia.

Skema tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta kemarin (21/4). Rapat tersebut juga dihadiri Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf. Zulkifli menyambut baik rencana pengiriman makanan siap santap tersebut.

Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan, seharusnya perizinan pengiriman makanan tersebut tidak sulit. "Karena setibanya di Saudi, hanya untuk dikonsumsi jemaah Indonesia. Tidak dipasarkan atau diedarkan secara luas," katanya.

Sehingga, lanjut Zulhas, seharusnya tidak harus melewati perizinan badan pengawas makanan Arab Saudi secara ketat, layaknya produk makanan pada umumnya. Produk yang dikirim nanti cukup mengantongi izin keamanan pangan dari BPOM serta sertifikat halal dari BPJPH. Zulhas kembali menegaskan meskipun Kemenhaj perdana menyelenggarakan haji secara penuh, sudah banyak inovasi yang dibuat.

"Makanan (siap santap) hanya untuk dikonsumsi jemaah Indonesia. Tidak dipasarkan atau diedarkan secara luas."

Zulkifli Hasan Menko Bidang Pangan

Sementara itu, Menhaj Mochammad Irfan Yusuf mengatakan tahun ini rencananya ada 3 juta porsi makanan siap santap yang dikirim ke Saudi. Makanan siap santap ini dikhususkan pada saat masa Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Karena pada masa tersebut, lalu lintas di Makkah sangat padat sehingga tidak memungkinkan distribusi katering dari dapur mitra Kemenhaj di sana.

Baca Juga: Kementerian Perumahan Dan Kawasan Permukiman Optimalkan Tanah Negara Untuk Perumahan Rakyat

"Ada hari-hari menggunakan makanan RTE (ready to eat). Tetapi mayoritas menggunakan masakan dari dapur," katanya. Dia menekankan makanan RTE tersebut didistribusikan pada enam hari masa Armuzna sehingga tidak ada kekhawatiran keterlambatan pengiriman makanan akibat kepadatan lalu lintas di Makkah.

Dia menegaskan makanan siap santap itu sudah tiba di Saudi dan nantinya tinggal dihangatkan saja. "Makanan RTE ini juga aman untuk konsumsi jemaah lansia," jelasnya. Dengan skema ini, industri di tanah air bisa ikut merasakan perputaran uang penyelenggaraan haji dari sektor katering. (wan/ali)

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional