Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN: Proyek Tanggul Laut Pantura Libatkan Perguruan Tinggi

Pratama Karamoy • Selasa, 5 Mei 2026 | 15:53 WIB
SINERGI: Didit Herdiawan (kanan) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat memberikan keterangan kemarin (4/5). Foto: HUMAS KKP
SINERGI: Didit Herdiawan (kanan) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat memberikan keterangan kemarin (4/5). Foto: HUMAS KKP

 

JAKARTA – Pembangunan proyek tanggul laut di pantai utara Jawa (Pantura) butuh kolaborasi berbagai pihak. Hal itu disampaikan Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Pengelolaan Proyek Strategis Nasional dan Kawasan Pengembangan Ekonomi Khusus (BOPPJ).

Didit menekankan bahwa dukungan akademik dan ilmiah menjadi pondasi penting dalam setiap langkah yang diambil. Bahkan, saat ini pihaknya dibantu oleh berbagai perguruan tinggi. Di sisi lain, pengembangan dan penerapan teknologi juga mendapat dukungan penuh dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Kerja sama ini telah terjalin selama lebih dari enam bulan, di mana kedua belah pihak saling bertukar gagasan untuk menentukan jenis teknologi yang tepat digunakan," terang Didit, kemarin (4/5).

Secara geografis, lanjut Didit, proyek pembangunan ini mencakup wilayah sepanjang kurang lebih 575 kilometer di jalur pantura, yang merupakan jalur strategis dan padat aktivitas. Panjangnya wilayah membuat proyek ini memiliki skala yang cukup besar. Dan untuk mempercepat proses pelaksanaannya, jalur sepanjang itu dibagi menjadi 15 segmen terpisah.

Baca Juga: 483 Ribu Pelamar Lolos Seleksi Administrasi Manajer KDKMP dan Pegawai KNMP

"Pembagian ini memungkinkan pekerjaan dilakukan secara serentak di berbagai titik, sehingga waktu penyelesaian dapat dioptimalkan," ujarnya.

Sejalan dengan itu, perencanaan kegiatan peletakan batu pertama program maupun infrastruktur disusun agar berjalan beriringan. Pelaksanaannya pun melibatkan pemerintah daerah di berbagai tingkatan.

Selain itu, pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memiliki karakteristik tematik yang menyesuaikan dengan potensi dan keunikan di setiap wilayah. "Di masa mendatang, prinsip kerja sama dengan pemerintah daerah tetap dipegang teguh, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan pembangunan, maupun pengelolaan kawasan setelahnya," tuturnya. (ygi/bas)

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional