Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

SKK Migas: 13 Sumur Baru Ditemukan di Kaltim

Pratama Karamoy • Selasa, 5 Mei 2026 | 16:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

JAKARTA – Ketahanan energi nasional kini dimainkan di dua lini. Pemerintah memburu cadangan baru sekaligus menghidupkan sumur lama untuk menahan laju impor yang masih tinggi. SKK Migas mengumumkan temuan 13 sumur minyak dan gas bumi (migas) baru di kawasan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebutkan, sumur-sumur tersebut akan segera dikembangkan. "Untuk potensi gas 11,64 miliar kaki kubik dan minyak sekitar 1 juta barel," ujarnya.

Dikelola PT Pertamina Hulu Sanga Sanga

Pengelolaan akan dilakukan oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Salah satu sumur andalan, MUT-346 OS HZ, ditargetkan memproduksi 7,3 juta kaki kubik gas per hari dengan cadangan 3,6 miliar kaki kubik.

Dengan asumsi harga gas USD 7,7 per MMBTU dan kurs Rp 17.000 per dolar AS untuk periode 2026–2031, nilai cadangan diperkirakan mencapai Rp 471 miliar. Potensi pendapatan kotor sekitar Rp 355 miliar, dengan kontribusi ke negara Rp 87 miliar setelah pajak. "Kami mulai pengeboran bulan depan," tambah Djoko.

Saat ini, PHSS juga mengelola 79 sumur di wilayah Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Transmigrasi Samboja. Pemanfaatan lahan ini dinilai strategis untuk menopang produksi nasional.

Baca Juga: KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN: Proyek Tanggul Laut Pantura Libatkan Perguruan Tinggi

Reaktivasi Peninggalan Kolonial

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa optimalisasi sumur lama juga menjadi pilar utama. Produksi minyak nasional saat ini sekitar 605 ribu barel per hari, jauh di bawah kebutuhan yang mencapai 1,6 juta barel per hari. "Kita harus putar otak untuk mencapai kemandirian energi," ucapnya.

Salah satu langkah konkret adalah reaktivasi sumur tua, termasuk peninggalan era kolonial yang masih menyimpan cadangan. Pemerintah juga membuka ruang keterlibatan masyarakat secara legal, sembari mendorong penggunaan teknologi baru oleh kontraktor.

Blok Mangkrak Dievaluasi

Pemerintah juga bersikap tegas terhadap proyek migas mangkrak. Blok Masela, misalnya, didorong segera masuk tahap konstruksi oleh operator INPEX. "Kalau tidak jalan, akan dievaluasi. Sekarang sudah masuk tahap tender EPC," kata Bahlil.

Selain meningkatkan produksi, strategi lain adalah menekan impor energi. Pemerintah menargetkan penghentian impor solar pada 2026 melalui mandatori biodiesel 40 persen yang akan ditingkatkan menjadi 50 persen. Untuk bensin, program pencampuran etanol ditargetkan mencapai 20 persen pada 2028, yang berpotensi menekan impor hingga 8 juta kiloliter. Di sektor rumah tangga, alternatif LPG mulai dikembangkan melalui Compressed Natural Gas (CNG) yang diklaim lebih murah hingga 40 persen. (bry/dio)

Editor : Pratama Karamoy
#Sumur Minyak #Nasional #skk migas