GRESIK – Pengembangan ekosistem hilirisasi tembaga dan emas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik diproyeksikan memberi dampak besar bagi ekonomi. Salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja yang ditargetkan mencapai 7.500 orang.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan, keberhasilan investasi industri harus berdampak langsung bagi masyarakat. Terutama dalam hal serapan tenaga kerja dan stabilitas sosial. "Kehadiran proyek ini diharapkan memperkuat peran Gresik sebagai simpul pertumbuhan industri bernilai tambah," ujarnya kemarin (4/5).
Baca Juga: SKK Migas: 13 Sumur Baru Ditemukan di Kaltim
Pernyataan itu disampaikan saat groundbreaking hilirisasi nasional tahap II. Proyek tersebut mencakup pembangunan fasilitas brass mill dan brass cups berkapasitas 10 ribu ton per tahun, serta pabrik emas logam mulia dengan kapasitas 30 ton per tahun.
Emil menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya muncul saat konstruksi, tetapi juga berlanjut pada fase operasional dan pengembangan industri turunan. "Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama, terutama untuk memastikan penyerapan tenaga kerja berjalan optimal," katanya. (bil/gal)
Editor : Pratama Karamoy