JAKARTA – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur darat. Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) hangus terbakar setelah bertabrakan dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5) siang. Insiden itu menewaskan 16 orang.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan laporan polisi bernomor LP/S/V/2026/SPKT.SATLANTAS, kecelakaan bermula saat bus ALS yang mengangkut sekitar 18 penumpang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi. Setibanya di lokasi, sopir bus diduga melakukan manuver ke kanan untuk menghindari jalan berlubang.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk tangki milik PT Sele Raya. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan "adu banteng" atau tabrakan depan tak terhindarkan. Benturan keras memicu ledakan dan kebakaran hebat yang melahap kedua kendaraan.
Video yang beredar menunjukkan kobaran api membesar di tengah jalan, memicu kepanikan warga dan pengguna jalan. Arus lalu lintas sempat lumpuh total.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombespol Nandang Mukmin Wojaya mengatakan, jumlah korban meningkat signifikan dari laporan awal. "Total 16 orang meninggal dunia, tiga luka berat, dan satu luka ringan. Kerugian material diperkirakan Rp 500 juta," ujarnya.
Sejumlah korban telah teridentifikasi. Antara lain, sopir bus ALS Alif, 44, sopir truk tangki Yanto, penumpang truk Martini, serta kernet bus Saf, 50. Sementara kernet bus lainnya, M. Fadli, 30, warga Riau, selamat. Identitas korban lain masih dalam proses karena kondisi jenazah hangus terbakar.
Baca Juga: USD Tembus Rp 17.400, Kepercayaan Investor terhadap Fiskal Menurun
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan sejumlah barang mudah terbakar di bagasi bus. Antara lain, tabung gas, suku cadang sepeda motor, kursi kayu, dan barang bawaan penumpang. Barang-barang tersebut diduga mempercepat penyebaran api.
Selain itu, ditemukan dua motor tanpa pelat nomor yang ikut terbakar di lokasi. Keterkaitannya dengan kecelakaan masih didalami. Kapolres dan Kasatlantas setempat masih berada di lokasi untuk proses evakuasi dan penyelidikan lanjutan. Hingga kemarin polisi belum menyimpulkan penyebab utama kebakaran.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, mengatakan bahwa timnya langsung diterjunkan setelah menerima laporan kecelakaan. "Armada pemadam sudah tiba lebih dulu. Kami bersama kepolisian masih mengevakuasi korban," ujarnya.
Dari total korban meninggal, 14 di antaranya penumpang bus ALS, sementara dua lainnya merupakan sopir dan kernet truk tangki. (idr/oni)
Editor : Pratama Karamoy