Sudah Sepekan, Mari Terus Doakan, Semoga 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda Segera Ditemukan

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:28 WIB
BELUM ADA PETUNJUK KUAT: Sampai sepekan hilang, 5 jurnalis dan 3 kru kapal belum kunjung diketahui njasib mereka. Semoga saja berhasil ditemukan. (foto:ist)
BELUM ADA PETUNJUK KUAT: Sampai sepekan hilang, 5 jurnalis dan 3 kru kapal belum kunjung diketahui jasib mereka. Semoga saja berhasil ditemukan. (foto:ist)

JAGOSATU.COM – Sepekan sudah 5 jurnalis yang hilang belum ada kabarnya. Mereka bersama 3 kru kapal hilang di Selat Sunda. Teman-teman jurnalis itu hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Para jurnalis dan kru kapal tersebut mulai dikabarkan hilang pada Senin (7/9) yang lalu. Mereka dinyatakan hilang setelah hubungan komunikasi sepenuhnya terputus pada pukul 15.04 WIB di hari itu.

 

Segala usaha sudah dilakukan Tim SAR gabungan tapi belum kunjung ada titik terang. Area pencarian diperluas hingga menyusur pulau-pulau terdekat.

 

Pencarian hari ketujuh kemarin, tim SAR gabungan menerjunkan 18 kapal laut dan satu helikopter.

 

"Jumlah alut yang kita gunakan pada hari ketujuh ini alut laut 18 kapal, dan satu unit helikopter HR-3604 milik Basarnas," kata Kasi Ops Basarnas Banten, Rizky Dwiyanto, Senin (14/9).

Pencarian kata Rizky dibagi beberapa sector. Sektor X luas area 831 nautical mile persegi, sektor Z luas area pencarian 512 nautiical mile persegi, sektor V luas area pencarian 1.182 nautical mile persegi, sektor W dengan luas area 1.167 nautical mile persegi, sektor U 481 nautical mile persegi, sektor Y dengan luas area pencarian 413 nautical mile persegi. Total luas area pencarian 6.649 nautical mile persegi.

 

"Total luas area pencarian adalah 6.649 nautical mile persegi," kata Rizky.

 

Pencarian terhadap lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu guide difokuskan di sektor X dengan menerjunkan 11 kapal. Di area ini, tim menemukan sejumlah petunjuk.

 

"Untuk sektor X memang di wilayah tersebut terdapat beberapa temuan. Mulai hari ketiga hingga kemarin, sehingga kita lakukan penyisiran ulang lebih fokus," katanya.

 

 

Tim SAR gabungan juga menyisir via darat. Ada tiga pulau yang disisir yang lokasinya berdekatan dengan area Gunung Anak Krakatau.

 

"Penyisiran darat dilakukan di Pesisir Perairan Pantai Carita sampai Pantai Anyar," ujar Rizky.

"Termasuk Pulau Sertung, Rakata Besar, Pulau Panjang," lanjut dia.

 

Terpal dan Galon Ditemukan

 

Tim SAR gabung sudah menemukan sejumlah barang hari keenam. Yakni terpal, life jacket, dan satu galon.

 

"Dua terpal, tiga jaket warna oranye dan satu galon," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, di Pos SAR gabungan di Carita, Pandeglang, Minggu (13/9).

 

Hanya saja barang-barang tersebut ternyata tak berkaitan dengan 8 orang yang hilang tersebut. Al Amrad mengatakan belum menemukan titik terang keberadaan para korban.

 

Terdeteksi di Pulau Sebesi

 

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat menyampaikan perkembangan terkait kondisi delapan orang yang hilang tersebut. Komdigi menemukan titik koordinat terakhir mereka berada di Pulau Sebesi.

 

"Setelah menerima informasi, Komdigi mengajak semua opsel (operator selular) dan infrastruktur untuk memantau sinyal-sinyal ataupun tanda-tanda dari penggunaan smartphone. Misalnya di area yang diduga insiden kehilangan kontak ini terjadi," kata Wamenkomdigi Nezar Patria di Posko SAR gabungan di Pantai Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9).

 

Komdigi mendeteksi titik koordinat lima jurnalis dan tiga orang lainnya berada di area Pulau Sebesi pada 7 September.

 

"Terakhir data yang terima adalah kontak terakhir pada tanggal 7 September, berada di Pulau Sebesi," imbuhnya.

 

Komdigi sudah melakukan koordinasi dengan tiga operator selular untuk terus mendeteksi titik koordinat para korban. Titik koordinat hanya terpantau di Pulau Sebesi.

 

"Semua mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung melalui balai monitoring yang ada di Banten dan Lampung. Kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap," katanya.

 

Perpanjang Waktu Pencarian

 

Tim SAR gabungan belum menyerah mencari 5 jurnalis dan 3 kru kapal yang hilang tersebut. Mereka sudah memperpanjang waktu pencarian selama tiga hari.

 

"Hasil operasi SAR hari ketujuh, masih nihil. Hasil rapat koordinasi yang disampaikan Pak Gubernur, kita lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, di Pos SAR gabungan di Carita, Pandeglang, Senin (14/9).

 

Upaya pencarian dilakukan berdasarkan perhitungan data yang dikeluarkan BMKG dan PVMBG.

 

Terkendala Kabut dan Asap Anak Krakatau

Tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala berupa kabut hingga asap dari Gunung Anak Krakatau.

 

Kepala Basarnas, Marsekal Madya M Syafii, mengakui itu pada Kamis (10/9) yang lalu.

 

"Kita juga sempat masuk di perairan. Tapi memang kondisi bahwa saat ini jarak pandang terbatas," ujar Syafii, di Pos SAR Nasional, Pantai Marina Carita, Pandeglang, Kamis (10/9).

 

Asap vulkanik masih ada di ketinggian 1.500 meter ke bawah. Itulah sebabnya proses pencarian belum bisa dilakukan lewat udara.

 

"Kalau saya pribadi dengan pesawat tadi memang belum melihat," katanya.

 

Kemudian, pada Senin (14/9), tim SAR gabungan juga menghadapi kendala kabut. Kondisi cuaca berkabut tersebut membuat jarak pandang hanya sekitar satu mil laut.

 

"Cuaca berkabut dengan jarak pandang sekitar satu mil laut," kata Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara dilansir Antara.

 

Kronologi 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau

 

Lima jurnalis hilang kontak saat menjalani peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau hilang kontak. Mereka berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026), sekira pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir antara korban dan jurnalis Lampung terjadi pada sekira pukul 14.42 WIB.

 

 

1. Warta (55), kapten kapal

2. Surakman (60), ABK

3. Heriyanto (49), guide

4. M Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara

5. Ari Basuki, jurnalis Merdeka

6. Yudhis, jurnalis iNews

7. Daus, jurnalis Anadolu

8. Donal, jurnalis lepas (freelance)

 

Senin, 7 September Pukul 14.00 WIB

Jurnalis Banten bertolak dari Dermaga Pagedogan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

 

Senin, 7 September Pukul 14.42 WIB

Komunikasi terakhir antara korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abai.

 

Selasa, 8 September Pukul 13.55 WIB

Kantor SAR Basarnas-Banten menerima informasi dari jurnalis Antara Banten, Bayu terkait rekannya yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak bisa dihubungi sejak Senin.

 

Selasa 8 September

Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tetuka dan satu unit RIB 02 menuju lokasi lost contact pada radius 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau dengan hasil nihil.

 

Rabu 9 September 2026

 

Tim SAR membagi area pencarian seluas 68,3 nautical mile menjadi empat dengan melibatkan unsur dari Basarnas dalam hal ini, KN SAR Tetuka, KRI Leuser dari TNI AL, KRI Kramit dari TNI AL, KRI Lepu dari TNI AL, KAL Anyer dari TNI AL, KAL Pahawang dari TNI AL. Selain itu dilibatkan dari Pol Air, yaitu KP Sanjaya, RIB 02 dari Banten, RIB 02 dari kantor SAR Lampung, dan RIB 03 dari kantor SAR Lampung, serta potensi SAR setempat.(yld/dhn/dth/dbs)

 

Editor : Hairil Paputungan
5 JURNALIS HILANG LIPUT ANAK KRAKATAU