Prabowo Minta Pencarian 5 Jurnalis All Out dan Hak-hak Korban KM Virgo Wajib Dipenuhi

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 11:54 WIB
BELUM DIHENTIKAN: 8 kru kapal termasuk di dalamnya 5 jurnalis yang hilang saat meliput Erupsi Guung Anak Krakatau terus digencarkan sampai waktu yang belum ditentukan sesuai arahan Presiden Prabowo SUbianto. (foto:ist)
BELUM DIHENTIKAN: 8 kru kapal termasuk di dalamnya 5 jurnalis yang hilang saat meliput Erupsi Guung Anak Krakatau terus digencarkan sampai waktu yang belum ditentukan sesuai arahan Presiden Prabowo SUbianto. (foto:ist)

JAGOSATU.COM - Presiden Prabowo Subianto mengatensi pencarian lima jurnalis yang belum ditemukan saat meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Dia mengungkapkan itu

Saat memimpin rapat virtual bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga untuk memonitor perkembangan penanganan bencana di Istana Kepresidenan, Rabu (16/9/2026).

Prabowo menekankan memaksimalkan pencarian lima jurnalis hingga korban KMP Virgo Transport 8.

NIHIL: SAudah masuk hari ke-9, belum terlihat tanda-tanda kapal 5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda. Operasi pencarian tidak dihentikan. (foto:ist)
NIHIL: SAudah masuk hari ke-9, belum terlihat tanda-tanda kapal 5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda. Operasi pencarian tidak dihentikan. (foto:ist)

"Memaksimalkan pencarian korban KMP Virgo Transport 8 dan 8 orang yang hilang di Selat Sunda," ujarnya.

Dia menginstruksikan Kementerian Perhubungan mengoordinasikan langkah-langkah penanganan selanjutnya bersama Basarnas, sekaligus memastikan hak-hak keluarga korban dipenuhi Prabowo meminta dilakukan penyelidikan secara menyeluruh dengan melibatkan unsur Polri dan TNI.

"Khusus kecelkakaan kapal Virgo 8 dikoordinasikan langkah-langkah dengan Basarnas, pastikan hak-hak keluarga korban dipenuhi, investigasi mendalam dan objektif tentang kejadian tersebut," ujar Prabowo.

Tim SAR gabungan diketahui menggelar operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pada hari ke-9 pencarian, tim SAR belum menemukan keberadaan 8 orang tersebut di sekitar Selat Sunda maupun Bengkulu.

Pada hari ini dikerahkan 22 kapal untuk menyusuri area seluas 3.439 nautical mile (NM) persegi dengan 8 sektor, Rabu (16/9). Selain itu, tim SAR juga berkoordinasi dengan Kantor Basarnas Bengkulu untuk proses pencarian.

Demikian penjelasan Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad.

 

Masih Nihil

TERBALIK: Bangkai Kapal Virgo Transport 8 masih terapung di laut Jawa. Kapal jurusan Surabaya-Banjarmasn ini tenggelam. (foto:ist)
TERBALIK: Bangkai Kapal Virgo Transport 8 masih terapung di laut Jawa. Kapal jurusan Surabaya-Banjarmasn ini tenggelam. (foto:ist)

  

 

Konfirmasi pihak Basarnas, menyebut operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kesembilan kru kapal cepat KM Arupadatu I saat ini masih nihil, belum membuahkan hasil.

 “Hari kesembilan atau H+2 masa perpanjangan operasi SAR masih nihil,” ungkap Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Rabu malam.

Seluruh unsur armada laut utama yang dikerahkan di delapan sektor pencarian, lanjutnya, belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban ataupun kapal.

Mengenai total luas area pencarian pada hari kesembilan ini mencakup 3.439 nautical mile (NM) persegi yang meliputi kawasan pesisir sekitar Gunung Anak Krakatau di wilayah Provinsi Banten-Lampung hingga Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.

Operasi penyisiran yang dilakukan secara masif oleh tim SAR gabungan tersebut melibatkan 22 unit kapal armada laut, mencakup lima KRI, dua KAL, dan satu RBB dari TNI Angkatan Laut, delapan kapal Polairud, tiga KN SAR, dua unit RIB, serta satu kapal patroli KPLP.

Sementara data peta rencana operasi Basarnas melaporkan bahwa di Sektor A, KRI Dewa Kembar bersama KP Sanjaya menyisir kawasan sebelah barat Teluk Belimbing, sementara KN SAR Basudewa bertolak dari Pulau Sebesi menuju tenggara Tanggamus di Sektor B.

Operasi penyisiran di Sektor C dilakoni KRI Leuser yang mengarah ke wilayah perairan Ujung Kulon dan barat Pulau Panaitan menuju Samudra Hindia, disusul Sektor D oleh KN SAR Antasena dan KRI Lepu di sebelah barat Gunung Anak Krakatau.

Sektor E yang diawasi RIB 02 Lampung dan KAL Pahawang melakukan pencarian hingga Teluk Kalianda, sedangkan Sektor F dikawal tujuh unit kapal Polairud dari perairan barat Gunung Anak Krakatau hingga Pulau Tunda.

Sedangkan Sektor G di wilayah perairan pesisir, KAL Anyer, RIB 02 Banten, dan RBB Pulau Peucang menyisir lintasan Dermaga Marina Carita hingga Anyer, disusul Sektor H oleh KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Gilimanuk, serta KN Damaru di sekitar kawasan Anak Krakatau hingga selatan Pulau Sebesi.

Sepeti dilansir Antara, kata Al Amrad bahwa selain penyisiran Selat Sunda, operasi selaras juga digelar oleh Kantor SAR Bengkulu di pesisir Pulau Enggano, serta pemantauan siaran e-broadcast bagi kapal-kapal melintas via Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).(fcs/flr/dth)

Editor : Hairil Paputungan
Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda