Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Bonek Berjuang, Galang Dana Rp 25,1 Juta untuk Membayar Denda Komdis PSSI

Deiby Rotinsulu • 2023-07-24 22:25:18
Dari kiri, maskot Persebaya Jojo, Koordinator Green Nord Husin Ghozali, Koordinator GateJhoner21 Eyik, Koordinator Tribun Kidul Devara Noumanto, dan Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi.
Dari kiri, maskot Persebaya Jojo, Koordinator Green Nord Husin Ghozali, Koordinator GateJhoner21 Eyik, Koordinator Tribun Kidul Devara Noumanto, dan Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi.

JAGOSATU.COM - Bonek Galang Dana Rp 25,1 Juta untuk Bayar Denda Komdis PSSI: Bentuk Perlawanan atas Larangan Away

Bonek, suporter Persebaya Surabaya, terus menunjukkan dedikasi untuk tim kebanggaannya. Kali ini, mereka menggalang dana untuk membayar denda sebesar Rp 25 juta yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Green Force.

Proses donasi dimulai pada Sabtu (22/7) dan ditutup setelah 19 jam 27 menit pada kemarin siang. Total dana yang terkumpul mencapai Rp 25,1 juta.

"Uang itu kami serahkan langsung ke manajemen untuk membayar sanksi yang dijatuhkan komdis," ujar Koordinator Green Nord, Husin Ghozali, dalam wawancara dengan Jawa Pos.

Penyerahan dana dilakukan pada jeda babak saat laga Persebaya melawan RANS Nusantara FC pada Minggu sore. Penggalangan dana ini sekaligus merupakan bentuk perlawanan dari Bonek.

Husin Ghozali menegaskan bahwa Bonek tidak dapat menerima regulasi yang melarang suporter tim tamu untuk melakukan away.

Menurutnya, aturan tersebut tidak relevan dengan semangat persatuan dalam sepak bola.

Dia juga menyatakan bahwa Bonek memiliki semangat untuk menjalin hubungan baik dengan elemen suporter lain.

Namun, larangan away tersebut menjadi penghambat dalam menjalankan semangat tersebut.

Husin berharap bahwa regulasi tersebut dapat dikaji ulang oleh PSSI. Terutama mengingat bahwa kompetisi pernah berjalan tanpa adanya penonton, mulai dari kompetisi dengan sistem bubble hingga pascatragedi Kanjuruhan.

"Setelah lama tanpa penonton, kami sangat ingin menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan suporter lain," tutur Husin Ghozali yang akrab disapa Cak Cong, pemilik warkop Pitulikur.(jpg)

Editor : Deiby Rotinsulu
#komdis pssi #bonek #persebaya surabaya