Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Fajar/Rian Fokus Pada Servis dan Permainan Depan

Tina Mamangkey • 2023-08-10 10:39:18
Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto saat lolos ke semifinal Korea Open 2023. (Antara)
Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto saat lolos ke semifinal Korea Open 2023. (Antara)

JAGOSATU.COM - Fajar Alfian dan Rian Ardianto, pasangan ganda putra Indonesia, tengah berfokus untuk mengatasi tantangan mendasar dalam permainan mereka. Beberapa kesalahan yang kerap muncul pada beberapa turnamen terakhir, terutama dalam hal servis dan permainan depan, menjadi fokus perbaikan mereka.

Dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung di Kopenhagen, Denmark pada tanggal 21-27 Agustus mendatang, Fajar dan Rian terlihat berusaha keras untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan tersebut. Kegiatan ini tampak jelas ketika mereka tengah menjalani sesi latihan di lapangan pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta pada tanggal 9 Agustus.

Dari pantauan yang dilakukan oleh tim Jawa Pos, Rian khususnya terlihat tengah fokus pada pelatihan servis dan permainan depan. Dalam usahanya ini, Rian didampingi oleh asisten pelatih, Aryono Miranat.

"Dalam pembandingan dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya, terlihat adanya perbaikan yang signifikan. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan," ungkap Rian dalam wawancara.

Fajar pun ikut memberikan pandangannya. Ia menjelaskan bahwa tingginya jumlah kesalahan dalam servis bukanlah semata-mata karena tegang saat bertanding. Fajar mengungkapkan bahwa peralatan shuttlecock yang digunakan dalam setiap turnamen memiliki perbedaan.

"Kami bermain di Korea dan Jepang itu menggunakan shuttlecock Yonex. Di Australia, kami menggunakan shuttlecock Victor," jelas Fajar.

"Karakter dari kedua jenis bola ini sangatlah berbeda. Ini memengaruhi servis dan juga kecepatan bola secara signifikan. Oleh karena itu, kami harus melakukan adaptasi yang lebih baik," tambahnya.

Sementara itu, grafik penampilan mereka dalam beberapa turnamen terakhir mengalami penurunan. Setelah berhasil mencapai final di Korea Selatan dan semifinal di Japan Open, mereka hanya berhasil mencapai perempat final di Australia Open.

"Walaupun begitu, menurut pandangan saya, kami sedang berada pada tren perbaikan yang positif," ungkap Fajar.

Berbicara mengenai Kejuaraan Dunia yang akan datang, pasangan ganda FajRi ini memiliki ambisi yang tinggi. Terlebih lagi, setelah pada musim 2022, mereka harus puas terhenti di babak semifinal saat bertemu dengan pasangan senior mereka, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dengan skor 21-23, 21-12, 16-21.

"Walaupun begitu, kita akan mengambil satu langkah pada satu waktu karena kita belum mengetahui bagaimana hasil undian akan keluar. Yang pasti, tujuan kami, seperti halnya semua pemain lainnya, adalah untuk menjadi yang terbaik," tegasnya. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#kejuaraan dunia badminton #rian #Fajar Alfian/M. Rian Ardianto #Fajar #aryono miranat #Kopenhagen