JAGOSATU.COM - Yordania Melaju ke Perempat Final Setelah Kemenangan Kontroversial Atas Irak di Babak 16 Piala Asia
Perjalanan tim-tim yang bersaing dalam Piala Asia terus menyuguhkan cerita-cerita unik dan kontroversial.
Pertandingan Babak 16 antara Yordania dan Irak dipenuhi dengan drama.
Irak, yang dominan di babak penyisihan grup dengan kemenangan meyakinkan atas Indonesia, Jepang, dan Vietnam, harus mengemas koper mereka setelah bentrok di Babak 16.
Kontroversi mengitari pertandingan ini ketika Aymen Hussain dari Irak, yang merayakan golnya di menit 76 dengan duduk di lapangan dan berpura-pura makan, diberi kartu merah.
Sebelumnya, pemain Yordania juga merayakan gol dengan gerakan makan bersama-sama.
Meskipun perayaan tersebut tampak tidak berbahaya, perayaan Aymen dianggap berlebihan, menyebabkan keterlambatan karena dia sudah merayakan di luar lapangan.
Akibatnya, dia mendapat kartu kuning kedua, yang berujung pada kartu merah.
Aymen harus meninggalkan lapangan pada menit ke-77, meninggalkan timnya dengan 10 pemain untuk sisa pertandingan.
Akibat insiden ini, Irak harus membayar mahal untuk kekalahan tersebut.
Meskipun unggul 2-1 atas Yordania tepat sebelum peluit akhir, Yordania yang tampil impresif berhasil mencetak dua gol di waktu tambahan.
Pada menit ke-45+1, Yazan Al Naimat mencetak gol pertama untuk Yordania. Bermain dengan 10 pemain, Irak menghadapi kesulitan, dan di menit-menit terakhir waktu tambahan, Yordania memanfaatkan peluang dengan mencetak dua gol tambahan.
Baca Juga: Mie Instan dan Nasi, Kombinasi yang Berbahaya bagi Kesehatan
Pada menit ke-90+5, Yazan Al Arab menyamakan skor menjadi 2-2, dan pada menit ke-90+7, Nizar Al Rashdan mengamankan kemenangan 3-2 untuk Yordania.
Gol terakhir ini berhasil menghancurkan impian Irak untuk melangkah ke perempat final, karena mereka harus puas dengan kekalahan 3-2 dari Yordania.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, pelatih Irak, Jesus Casas, mengungkapkan kemarahannya terhadap keputusan wasit yang memberikan kartu kepada pemainnya, yang berdampak buruk pada tim.
"Dalam turnamen besar seperti Piala Asia, seharusnya tidak ada pemain yang diusir setelah merayakan gol.
Hal yang sama terjadi di babak pertama dengan pemain Yordania merayakan dan wasit tidak mengambil tindakan apa pun," ujar pelatih itu kepada wartawan.
"Masalahnya adalah bahwa kartu merah ini terjadi setelah kami melakukan pergantian, jadi itu merupakan situasi sulit.
Kami tidak memiliki kesempatan untuk melakukan perubahan apa pun di lapangan," tambahnya. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey