Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Mengenal Lebih Dekat Agung Setyabudi, Bek Kanan Legendaris Timnas Indonesia

Toar Rotulung • 2024-04-13 20:23:17
Agung Setyabudi (tiga dari kanan) saat masih membela Persebaya Surabaya. (Sidiq Prasetyo/Jawa Pos)
Agung Setyabudi (tiga dari kanan) saat masih membela Persebaya Surabaya. (Sidiq Prasetyo/Jawa Pos)

JAGOSATU.COM - AJI Santoso dikenal sebagai salah satu bek kiri terkenal dari Indonesia. Namun, di posisi bek kanan, ada dua pemain yang dianggap memiliki kemampuan yang setara dengan Aji, yaitu Anang Ma'ruf dan Agung Setyabudi.

Lebih jauh lagi, Agung bahkan memiliki sedikit keunggulan dibandingkan dengan Anang. Pria asal Solo, Jawa Tengah, ini pernah diangkat sebagai kapten Tim Nasional Indonesia.

"Selama dua tahun saya bergabung dengan Timnas Indonesia dari tahun 2002 hingga 2004," ungkap Agung kepada JawaPos.com.

Agung bergabung dengan Persebaya setelah mendapat tawaran dari salah satu petinggi manajemen klub. Dia memutuskan untuk pindah dari klub lamanya, PSIS Semarang, yang terdegradasi. Meskipun pada musim sebelumnya, 1999, PSIS sempat meraih kesuksesan.

Hal menariknya, Agung menjadi pemain nasional dan kapten saat dia meninggalkan Persebaya. Saat itu, di paruh kedua musim 2002, Agung memilih untuk pergi dari Persebaya.

"Pada saat saya bergabung dengan Persebaya pada tahun 2001, saya belum menjadi pemain nasional. Saat saya datang, pelatih Persebaya adalah Om Rudy (Keeltjes)," jelas Agung.

Di bawah kepelatihan Rudy, Agung memiliki posisi tetap sebagai bek kanan. Keterampilannya sulit tergantikan, karena dia adalah pemain yang sudah mendapat pelatihan di program PSSI Garuda II.

Namun, pada musim itu, Persebaya tidak berhasil meraih gelar juara. Mereka terhenti di babak semifinal setelah kalah dari Persija. Meskipun demikian, Agung terus menunjukkan performa yang konsisten dan memberikan kontribusi besar.

Namun, situasi berubah ketika manajemen Persebaya mengalami perubahan. Hal ini membuat Agung memilih untuk mundur dari klub tersebut, meskipun sebenarnya dia senang bisa bermain untuk Persebaya.

Setelah meninggalkan Persebaya, Agung bergabung dengan PSIS hingga tahun 2004. Setelah itu, dia kembali ke Solo dan bermain untuk klub kampung halamannya hingga 2007 sebelum memutuskan untuk pensiun sebagai pemain sepak bola.

Kembali ke Solo, Agung juga bekerja di perusahaan daerah air minum (PDAM), di mana dia bertugas sebagai penagih tagihan kepada pelanggan yang belum membayar biaya PDAM mereka. (*)

Editor : Toar Rotulung
#Agung Setyabudi #timnas Indonesia #Persebaya #aji santoso #legenda