Jagosatu.com- Jakarta – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) resmi mengusulkan perubahan format turnamen elite menjadi berdurasi 11 hari, yang akan diberlakukan secara eksklusif di empat turnamen bergengsi: Indonesia Open, All England, China Open, dan Malaysia Open. Perubahan ini disambut dengan penuh antusias oleh para pemain, khususnya sektor ganda putra Indonesia yang dibina oleh pelatih kawakan, Herry Iman Pierngadi (Herry IP).
Para anak didik Herry IP, seperti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, mengaku senang dengan wacana tersebut. Menurut mereka, perpanjangan durasi turnamen memberikan waktu pemulihan yang lebih baik antara pertandingan dan mengurangi risiko cedera akibat jadwal yang terlalu padat.
“Dengan turnamen diperpanjang jadi 11 hari, kami bisa lebih fokus satu per satu pertandingan tanpa terburu-buru. Waktu istirahat juga lebih panjang, jadi tubuh bisa recovery lebih baik,” ujar Fajar Alfian usai sesi latihan di pelatnas PBSI, Cipayung.
Format baru ini memungkinkan penyelenggara untuk memisahkan jadwal kualifikasi dan babak utama secara lebih fleksibel. Para pemain top dunia pun akan memiliki lebih banyak waktu untuk adaptasi, terutama di negara-negara dengan perbedaan waktu atau iklim.
Sementara itu, Herry IP sendiri mendukung penuh format ini jika memang bisa membantu menjaga performa dan kesehatan atlet. “Kita sering lihat turnamen padat bikin pemain cedera, terutama kalau main rubber set terus. Kalau durasi diperpanjang, mungkin bisa lebih optimal dari sisi fisik dan mental,” ungkapnya.
Namun, BWF masih dalam tahap uji coba dan evaluasi. Jika berhasil, kemungkinan besar format ini akan diterapkan secara permanen di turnamen level Super 1000, demi meningkatkan kualitas pertandingan dan pengalaman penonton.
Indonesia Open 2025 menjadi salah satu panggung pertama untuk format baru ini. PBSI pun tengah mempersiapkan tim sebaik mungkin agar bisa meraih hasil maksimal di turnamen rumah sendiri.(YP)
Editor : Toar Rotulung