Jagosatu.com - Timnas Indonesia U-23 bersiap tampil di Piala AFF U-23 2025 dengan formasi tim pelatih baru yang dipimpin oleh Gerald Vanenburg. Pelatih asal Belanda ini datang dengan pendekatan total football yang memadukan aspek fisik, teknik, taktik, dan mentalitas bertanding.
Vanenburg menegaskan bahwa untuk menciptakan tim yang solid, dibutuhkan pemain dengan karakter beragam yang bisa saling melengkapi di lapangan. Ia tidak mencari pemain homogen, tapi justru menginginkan skuad yang penuh warna.
"Semua aspek permainan itu penting. Pemain harus siap bertarung dalam berbagai kondisi, bukan cuma jago teknik atau punya fisik kuat saja," ujarnya dalam sesi latihan di Stadion Madya, Jakarta.
Dalam daftar pelatih yang dirilis PSSI, Simon Tahamata, mantan pemain Ajax dan Timnas Belanda, dipercaya menjadi asisten pelatih. Kehadirannya menjadi angin segar bagi pengembangan teknik pemain muda.
Selain Simon, tim pelatih juga diperkuat oleh Frank Van Kempen dan Zulkifli Syukur sebagai asisten pelatih. Zulkifli membawa pengalaman lokal dan pemahaman kultur sepak bola Indonesia.
Pelatih kiper diisi oleh dua nama asing, Sjoerd Woudenberg dan Damian Van Rensburg, yang dibawa langsung oleh Vanenburg untuk membangun lini terakhir yang solid.
Dicky M. Shofwan ditunjuk sebagai dokter tim, sementara posisi fisioterapis dipegang oleh Muliyadi. Ini menandakan keseriusan PSSI dalam menyediakan dukungan medis yang maksimal.
Vanenburg juga memanggil 28 pemain, mayoritas dari Liga 1, untuk mengikuti pemusatan latihan sejak 20 Juni hingga 14 Juli 2025. Latihan ini akan menguji kesiapan skuad jelang pertandingan pertama.
Timnas Indonesia U-23 dijadwalkan melawan Brunei Darussalam di laga perdana Grup A pada 15 Juli. Dua laga lain di grup ini adalah kontra Filipina dan Malaysia.
Seluruh pertandingan Grup A akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Sementara Grup B dan C akan bermain di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
Target utama tim ini adalah menjadi juara di Piala AFF U-23 2025. Manajer tim, Ahmed Zaki, optimistis bahwa dengan komposisi staf pelatih saat ini, target itu bukan mustahil tercapai.
"Persiapan kami sudah cukup lengkap. Tinggal bagaimana tiga minggu ke depan kami manfaatkan semaksimal mungkin," ucap Zaki.
Menurut Vanenburg, turnamen ini bukan hanya soal hasil akhir, tapi juga pembangunan jangka panjang mental dan karakter pemain muda Indonesia.
Ia ingin membentuk tim yang tahan banting, fleksibel secara taktik, dan memiliki visi bermain yang jelas di bawah tekanan.
Pola latihan yang diterapkan tidak monoton. Kombinasi sesi fisik, taktik, small game, hingga simulasi pertandingan jadi rutinitas tiap harinya.
Nama-nama yang dibawa dalam pelatnas cukup menjanjikan. Ada talenta yang sempat membela tim senior, hingga rising star dari kompetisi lokal.
Dengan persiapan yang matang dan kerjasama lintas pelatih asing dan lokal, Indonesia berharap bisa mengakhiri penantian panjang gelar di level kelompok umur ASEAN.
PSSI sendiri terus memantau progres latihan ini dan menjanjikan dukungan maksimal baik dari sisi fasilitas, logistik, maupun kebutuhan teknis.
Piala AFF U-23 2025 akan menjadi panggung utama Garuda Muda, dan kesempatan bagi Vanenburg membuktikan filosofi sepak bola total miliknya bisa membawa Indonesia melangkah jauh.(chK)
Editor : ALengkong