Jagosatu.com - Amerika Serikat dan Guatemala bersiap bentrok dalam semifinal Concacaf Gold Cup 2025 di Energizer Park, St. Louis, Missouri, pada Rabu waktu setempat.
Laga ini menandai semifinal ke-17 bagi Amerika Serikat yang telah menjadi langganan empat besar di ajang ini, sedangkan Guatemala baru dua kali tembus sejauh ini.
Timnas Amerika Serikat tampil konsisten dengan catatan tak terkalahkan sejak fase grup dan kemenangan dramatis atas Kosta Rika di perempat final.
Mereka bangkit dua kali untuk menyamakan skor 2-2 melalui gol Diego Luna dan Max Arfsten, lalu menang 4-3 lewat adu penalti.
Arfsten juga memberi asis untuk gol Luna, sementara Malik Tillman—top skor tim dengan tiga gol—memberi kontribusi pada gol kedua.
Kiper Matt Freese jadi pahlawan di babak tos-tosan dengan tiga penyelamatan, sebelum Damion Downs memastikan kemenangan.
Guatemala juga lolos dengan cara serupa setelah bermain imbang 1-1 melawan Kanada dan menang 6-5 dalam adu penalti.
Rubio Rubin mencetak gol penyeimbang dan jadi top skor Guatemala dengan dua gol di turnamen ini sejauh ini.
Oscar Santis menonjol di laga tersebut lewat asis, empat tembakan, dan peran kunci di babak adu penalti hingga masuk Best XI perempat final.
Tim asuhan Luis Fernando Tena kini tak terkalahkan dalam dua laga terakhir dan mengincar sejarah lolos ke final pertama mereka.
Rekor pertemuan kedua tim berpihak kuat ke Amerika Serikat yang unggul dengan 16 kemenangan dari 27 pertandingan.
Guatemala hanya sekali menang dalam 23 pertemuan terakhir, kemenangan terakhir mereka terjadi sembilan tahun lalu di kualifikasi Piala Dunia 2018.
Pertemuan terbesar dalam sejarah mencatat kemenangan telak AS 6-0 pada 2013, sementara kemenangan terbesar Guatemala tercipta pada 1984.
Di Gold Cup, kedua tim belum pernah bertemu di semifinal, dengan tiga pertemuan sebelumnya dimenangkan AS tanpa kebobolan.
Satu-satunya duel fase gugur terjadi di perebutan tempat ketiga tahun 1996, saat AS menang 3-0 lewat gol Eric Wynalda, Jeff Agoos, dan Jovan Kirovski.
Amerika Serikat punya rekor semifinal mengesankan di Gold Cup dengan 11 kemenangan dari 16 penampilan sebelumnya.
Nama-nama legendaris seperti Landon Donovan (3 gol), Christian Pulisic, dan Clint Dempsey (masing-masing 2 gol) menjadi langganan penentu.
Guatemala yang kembali ke semifinal setelah 29 tahun terakhir kali gagal melaju usai kalah tipis 0-1 dari Meksiko pada 1996.
Pertarungan kali ini bukan hanya tentang angka dan sejarah, tetapi peluang emas bagi Guatemala menulis babak baru dalam perjalanan sepak bola mereka.(chK)
Editor : ALengkong