Jagosatu.com -
Final Piala Dunia Antarklub 2025 di Metlife Stadium, New Jersey, menyajikan lebih dari sekadar pertandingan sepak bola.
Kehadiran Donald Trump di executive box menjadi perhatian, menandai pertama kalinya lagu kebangsaan Amerika Serikat diperdengarkan di turnamen tersebut.
Presiden AS itu menyaksikan upacara pembukaan yang khidmat, lengkap dengan salam militer dan empat jet tempur yang melintas di langit.
Namun, suasana khidmat tersebut segera berubah menjadi "medan perang" di akhir pertandingan, mencerminkan ketegangan di lapangan.
Pertandingan itu sendiri didominasi oleh penampilan luar biasa dari Cole Palmer, yang menjadi penentu kemenangan telak Chelsea.
Palmer mencetak dua gol dan menyumbangkan satu assist, membawa Chelsea meraih kemenangan mengejutkan dan meyakinkan.
PSG, di sisi lain, tampak hancur dan tak berdaya menghadapi kekalahan telak, menunjukkan sikap buruk dalam menerima kekalahan.
Kartu merah João Neves karena menarik rambut lawan, serta keributan agresif Donnarumma dengan Reece James, menjadi bukti nyata bad losing sang juara Eropa.
Bahkan, Luis Enrique terlihat lepas kendali, terekam melayangkan tangan ke João Pedro dalam keributan pasca-pertandingan.
"Saya bodoh, giliran saya, saya dorong sedikit dan dia menjatuhkan diri," ujar Luis Enrique kepada stafnya, mencoba menjelaskan perilakunya.
Dalam konferensi pers, Luis Enrique bersikeras bahwa tujuannya adalah memisahkan, di tengah tekanan dan ketegangan yang tinggi.
João Pedro sendiri di mixed zone secara terbuka menuduh Luis Enrique sebagai "pecundang yang buruk."
Baca Juga: Lupakan PSG, Ini Dia Raja Dunia Antarklub 2025: Chelsea!
Enzo Maresca, pelatih Chelsea, mengungkapkan ia tidak melihat jelas insiden keributan tersebut.
Maresca justru fokus pada analisis taktiknya, mengklaim bahwa kemenangan timnya ditentukan dalam sepuluh menit pertama pertandingan.
Strategi Maresca adalah menyerang sisi yang dijaga Nuno Mendes karena mereka melihat celah di sana.
Di samping Trump, istrinya Melania Trump duduk diam dengan kacamata fashion berwarna putih, sementara di sisi lain ada Gianni Infantino, Presiden FIFA, menunjukkan kedekatan hubungan mereka.
Hubungan Trump dan Infantino dimulai saat masa jabatan pertama Trump, bertepatan dengan terpilihnya AS sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030.
Kembali ke pertandingan, Chelsea berhasil menekan PSG di area mereka sendiri, membuat Luis Enrique tampak tak percaya di bench.
Maresca sangat menikmati dominasi timnya, menerapkan taktik satu lawan satu di seluruh lapangan yang berhasil membuat gelandang PSG kesulitan.
Kunci kemenangan Chelsea adalah kemampuan Maresca mematikan Vitinha, João Neves, dan Fabián Ortiz di lini tengah PSG.(chK)
Editor : ALengkong