Jagosatu.com - Manchester City tengah menghadapi ancaman serius terkait dugaan pelanggaran Financial Fair Play (FFP).
Mereka menghadapi total 115 tuduhan yang berkaitan dengan laporan keuangan klub selama beberapa tahun terakhir.
Meskipun demikian, pihak Manchester City bersikeras bahwa mereka tidak bersalah dalam kasus ini.
Hingga kini, keputusan akhir dari sidang independen belum juga diumumkan.
Banyak spekulasi beredar terkait potensi hukuman yang akan dijatuhkan kepada klub tersebut.
Beberapa prediksi menyebutkan bahwa City bisa saja dijatuhi hukuman pengurangan poin.
Kemungkinan lain adalah embargo transfer yang dapat membatasi aktivitas klub di bursa pemain.
Bahkan hukuman degradasi dari Liga Primer Inggris juga sempat menjadi pembicaraan.
Di tengah ketidakpastian ini, mantan pemain City, Terry Phelan, menyampaikan pendapat uniknya.
Ia menyatakan bahwa jika memang terbukti bersalah, klub seharusnya dikenakan denda besar.
Phelan menyebutkan bahwa denda sebesar £1 miliar bisa saja dijatuhkan sebagai sanksi.
Menurutnya, jika denda tersebut dibagikan ke klub-klub kecil di liga bawah, hal itu akan sangat membantu.
Ia menilai bahwa pemilik Manchester City, Sheikh Mansour, tentu mampu membayar jumlah sebesar itu.
Phelan menambahkan bahwa penggemar City harus menikmati masa kejayaan ini selama masih bisa.
Ia juga mengungkapkan bahwa tidak ada yang tahu pasti alasan mengapa hukuman belum diberikan.
Phelan merasa hanya orang-orang di puncak kekuasaan yang memahami alasan di balik penundaan ini.
Ia membandingkan kasus City dengan hukuman yang telah dijatuhkan pada klub lain seperti Everton.
Menurutnya, wajar jika para penggemar bertanya mengapa City belum dihukum seperti klub lain.
Meskipun banyak yang berspekulasi, keputusan akhir dari kasus ini masih belum terlihat jelas.
Beberapa klub lain tentu akan diuntungkan jika denda tersebut benar-benar dibagikan secara merata. (samt)
Editor : ALengkong