Jagosatu.com - Martin Zubimendi mengungkapkan bahwa tawaran dari Liverpool untuk merekrutnya pada musim panas 2024 tidak tepat waktunya.
Gelandang asal Spanyol ini akhirnya bergabung dengan Arsenal pada musim panas 2025 dengan nilai transfer sekitar £51 juta atau €58,9 juta dari Real Sociedad.
Perpindahan ini mengikuti jejak rekan senegaranya, Mikel Merino, yang lebih dulu bergabung dengan Arsenal pada awal musim sebelumnya.
Zubimendi adalah pemain yang biasanya bermain dari posisi gelandang bertahan atau lebih dalam.
Selama kariernya di LaLiga, dia telah bermain sebanyak 180 pertandingan untuk Real Sociedad.
Meskipun lebih fokus pada tugas bertahan, ia tetap memberikan kontribusi dengan mencetak sembilan gol dan membuat enam assist.
Pada musim panas 2024, Liverpool sempat melakukan negosiasi serius dengan Real Sociedad terkait transfer Zubimendi.
Namun, pemain tersebut memutuskan untuk tetap bertahan di LaLiga selama satu musim lagi sebelum pindah.
Zubimendi merasa Real Sociedad masih memberikan lebih banyak kesempatan dan tantangan baginya pada waktu itu.
Dia mengaku bahwa keputusan untuk tetap tinggal di Real Sociedad bukanlah hal yang mudah.
Zubimendi menjelaskan bahwa saat tawaran datang, ia mulai mempertimbangkan berbagai opsi untuk masa depannya.
Pertanyaan utama yang dia pikirkan adalah apakah sudah saatnya meninggalkan Real Sociedad.
Akhirnya, ia memutuskan bahwa bukan waktu yang tepat untuk pergi dan masih banyak yang harus ia pelajari di klub tersebut.
Namun, kesempatan untuk bekerja sama dengan pelatih Arsenal, Mikel Arteta, sangat menarik bagi Zubimendi.
Ia mengaku tidak tahu pasti apa yang dilihat Arteta dalam dirinya, tapi ia menganggap Arteta sebagai salah satu pelatih top di Eropa.
Ketika meninggalkan Real Sociedad, Zubimendi ingin dilatih oleh seorang pelatih berkualitas tinggi dan merasa telah menemukannya di Arteta.
Dalam beberapa hari awalnya di Arsenal, ia sudah merasakan bagaimana detail dan ketelitian Arteta dalam menangani setiap aspek permainan.
Liverpool tidak mengalami kesulitan meskipun gagal mendapatkan Zubimendi, karena mereka berhasil memenangkan gelar Premier League di bawah pelatih Arne Slot pada musim tersebut.
Perjalanan Zubimendi menuju Arsenal menegaskan bahwa pilihan waktu dan pelatih menjadi faktor penting dalam kariernya.
Kini, Zubimendi berharap dapat berkembang lebih jauh dan memberikan kontribusi besar untuk Arsenal di musim mendatang. (samt)
Editor : ALengkong