Jagosatu.com - Seberapa Bahaya Bryan Mbeumo untuk Manchester United di Laga Debutnya?
Bryan Mbeumo langsung dipercaya turun sebagai starter dalam debutnya bersama Manchester United melawan Everton.
Ia bermain dalam formasi 3-4-2-1 ala Ruben Amorim dan dipasang berdampingan dengan Bruno Fernandes sebagai gelandang serang.
Dari awal pertandingan, Mbeumo menunjukkan agresivitas tinggi yang membuat Everton terkurung di area pertahanannya sendiri.
Serangan balik cepat Manchester United hampir membuahkan hasil setelah kombinasi apik antara Mbeumo dan Matheus Cunha.
Sayangnya, peluang itu gagal dikonversi menjadi gol karena Jordan Pickford tampil solid di bawah mistar gawang.
Mbeumo terlihat sering bertukar peran dengan Cunha dalam fase menyerang dan bertahan untuk merebut kontrol di area kunci.
Pemain berusia 25 tahun ini tampil menonjol karena mampu bermain dinamis di sisi kanan, tengah, bahkan kiri lapangan.
Mbeumo juga turut membantu permainan di lini tengah dengan turun lebih dalam mendukung Kobbie Mainoo dan Manuel Ugarte.
Ia menunjukkan peran mirip seperti Bruno Fernandes sebagai penghubung antar lini dalam fase build-up.
Aksi krusialnya terjadi di menit ke-18 ketika umpan terobosannya kepada Amad Diallo membuat MU mendapat penalti.
Bruno Fernandes pun dengan tenang mengelabui Pickford dan membawa United unggul lebih dulu.
Tak hanya itu, Mbeumo sempat hampir menjebol gawang Everton lewat skema bola mati pada menit ke-27.
Baca Juga: Manchester United Gagal Dapatkan Osimhen, Ini Alasan Galatasaray Rela Keluarkan Dana Fantastis!
Namun, lagi-lagi penyelamatan gemilang Pickford menggagalkan peluang emas Mbeumo dan Fernandes secara beruntun.
Kolaborasi cepat antara Mbeumo dan Diallo jadi ancaman konstan buat lini belakang Everton di babak pertama.
Meski gagal mencetak gol, kecepatan dan dribelnya jelas jadi senjata baru MU dalam serangan balik.
Ruben Amorim mengakui bahwa Mbeumo belum sepenuhnya fit, tapi pergerakannya yang aktif sangat merepotkan lawan.
Ia juga menyebut Mbeumo perlu waktu untuk menyatu secara taktik dalam sistem permainan satu sentuhan.
Debutnya diakhiri pada awal babak kedua saat digantikan oleh Patrick Dorgu, tapi kesan yang ditinggalkan cukup kuat.
Statistik mencatat Mbeumo menciptakan dua umpan sukses di final third dan satu umpan panjang akurat.
Meski bersaing dengan Cunha, Mount, dan Diallo, fleksibilitas Mbeumo bisa jadi kunci rahasia di lini depan MU musim ini.(chK)
Editor : ALengkong