Jagosatu.com - Kembalinya Neymar ke Santos bukan sekadar reuni nostalgia. Ia datang dengan misi besar: menyelamatkan klub masa kecilnya sekaligus menghidupkan peluang tampil di Piala Dunia 2026.
Pada laga melawan Juventude, Neymar mencuri perhatian dengan mencetak dua gol gemilang yang membawa Santos menang 3-1. Laga ini disaksikan langsung oleh tim pemantau dari Carlo Ancelotti.
Momen ini menjadi sorotan besar media Brasil, karena dinilai sebagai penampilan terbaik Neymar sejak ia kembali dari Timur Tengah usai membela Al‑Hilal.
Neymar tampil penuh determinasi. Ia membuka skor dengan sepakan jarak jauh yang menghujam pojok gawang, lalu menambah satu gol lewat eksekusi penalti tenang.
Tak hanya mencetak gol, Neymar juga aktif menciptakan peluang, mengirimkan 4 umpan kunci dan mencatat akurasi operan 89%. Statistiknya memukau.
Pelatih Santos menyebut Neymar sebagai "pemimpin nyata di lapangan" dan memuji mentalitasnya yang tak luntur meski sebelumnya diragukan oleh banyak pihak.
Yang menarik, penampilan heroik Neymar ini terjadi ketika nama Ancelotti kembali disebut dalam konferensi pers. Neymar ditanya soal peluang kembali ke Timnas Brasil.
“Semua orang tahu impian saya adalah memakai seragam kuning itu lagi. Tapi saya hanya bisa bicara lewat aksi di lapangan,” ujar Neymar.
Arne Slot dan tim pelatih Brasil kabarnya telah memasukkan Neymar dalam daftar pemantauan khusus menjelang seleksi akhir skuad Piala Dunia.
Ancelotti sendiri tak memberikan pernyataan resmi, tapi salah satu asistennya menyatakan bahwa performa Neymar malam itu adalah "signal kuat yang tak bisa diabaikan."
Santos sendiri tengah berjuang lolos dari zona degradasi, dan kemenangan ini membawa mereka naik dua peringkat di klasemen sementara Liga Brasil.
Neymar tak hanya bermain baik, tetapi juga memotivasi rekan-rekan setimnya yang mayoritas berusia muda dan minim pengalaman.
Salah satu momen magis terjadi ketika Neymar mencetak gol langsung dari sepak pojok alias “gol olímpico” pada laga sebelumnya. Aksi ini viral di media sosial.
Ia sempat mendapat cemoohan dari suporter lawan, namun justru menjawab dengan performa di atas rata-rata dalam dua laga terakhir.
Di ruang ganti, Neymar disebut sempat berbicara tegas kepada skuad Santos. Ia menuntut peningkatan kerja sama dan fokus dari seluruh pemain.
Beberapa media Brasil menyebut Neymar kini menjadi "pelatih bayangan" yang juga mengarahkan strategi saat di lapangan, menunjukkan peran ganda yang ia mainkan.
Fans Santos kembali memadati stadion setelah performa Neymar meningkat. Penjualan jersey naik drastis dalam dua pekan terakhir.
Di mata publik, Neymar seolah membuktikan bahwa meski usianya tak muda lagi, kualitasnya belum pudar dan motivasinya justru semakin membara.
Dengan jadwal kualifikasi dan laga persahabatan internasional di depan mata, kans Neymar kembali ke Timnas kini jadi bahan diskusi hangat.
Apakah Ancelotti berani mengambil risiko dan membawa Neymar ke putaran final Piala Dunia? Ataukah ia tetap memilih nama-nama baru yang lebih muda?
Waktu akan menjawab. Tapi satu hal yang pasti: Neymar telah berbicara dengan cara yang paling jelas — lewat performa luar biasa di lapangan. (anl)
Editor : ALengkong