Jagosatu.com - Alexander Isak menyatakan secara terbuka keinginannya untuk meninggalkan Newcastle United karena merasa klub telah mengingkari janji terkait masa depannya.
Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi panjang tentang kepindahannya ke Liverpool selama pramusim Newcastle.
Liverpool telah mengajukan tawaran sebesar £110 juta ditambah bonus untuk Isak, namun ditolak oleh Newcastle.
Isak sendiri telah memberi tahu klub bahwa ia ingin mempertimbangkan kepindahan ke Liverpool.
Saat tur pramusim di Asia, Isak terlihat berlatih bersama mantan klubnya, Real Sociedad, alih-alih bergabung dengan skuad Newcastle.
Ia juga absen dalam pertandingan pembuka Premier League melawan Aston Villa yang berakhir imbang tanpa gol.
Pelatih Eddie Howe sebelumnya mengungkapkan bahwa situasi ini tidak sehat dan telah memengaruhi moral tim secara keseluruhan.
Rekan setim Isak, Anthony Gordon, juga menyebut situasi tersebut sebagai ujian bagi skuad.
Pada hari Selasa, Isak akhirnya angkat bicara melalui pernyataan publik pertamanya terkait isu transfer ini.
Pernyataan itu muncul setelah ia terpilih masuk dalam PFA Premier League Team of the Season untuk musim 2024-25.
Ia memilih tidak menghadiri acara penghargaan tersebut di Manchester karena merasa situasinya saat ini tidak tepat untuk tampil di sana.
Isak mengaku telah diam cukup lama sementara pihak lain menyebarkan versi cerita mereka sendiri.
Ia menuding bahwa narasi yang berkembang tidak mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi dan telah disepakati secara internal.
Menurut Isak, klub telah mengetahui sikapnya sejak lama dan bersikap seolah-olah masalah ini baru muncul sangatlah menyesatkan.
Ia menegaskan bahwa ketika janji dilanggar dan kepercayaan hilang, maka hubungan tidak bisa dilanjutkan.
Isak menyatakan bahwa perubahan adalah solusi terbaik bagi semua pihak, bukan hanya dirinya sendiri.
Pelatih Howe sebelumnya juga mengatakan bahwa ia hanya menginginkan pemain yang benar-benar berkomitmen dalam skuadnya.
Musim lalu, Isak mencetak 23 gol di Premier League dan membantu Newcastle lolos ke Liga Champions.
Jumlah tersebut menjadikannya pemain pertama sejak Alan Shearer yang mencapai angka itu dalam satu musim untuk Newcastle.
Ia juga mencetak gol pembuka dalam kemenangan Newcastle atas Liverpool di final EFL Cup, menambah catatan historisnya di klub.
Pertandingan Newcastle berikutnya melawan Liverpool akan semakin menarik perhatian publik karena drama seputar masa depan Isak. (samt)
Editor : ALengkong