Jagosatu.com - Inter Milan memulai musim Serie A 2025-26 di bawah pelatih baru Cristian Chivu, menghadapi Torino pada laga pembuka hari Senin.
Chivu menyebut bahwa Inter masih dalam tahap perkembangan dan belum sepenuhnya mencapai performa maksimal.
Musim lalu, Inter gagal di semifinal Coppa Italia usai kalah dari rival sekota AC Milan.
Mereka juga kehilangan gelar Serie A di hari terakhir musim, terpaut satu poin dari Napoli.
Petaka berlanjut di final Liga Champions, di mana mereka kalah telak dari Paris Saint-Germain.
Kekalahan tersebut membuat Simone Inzaghi memutuskan mundur dan menerima tawaran dari Al-Hilal.
Inzaghi meninggalkan warisan besar dengan satu gelar Serie A, dua Coppa Italia, dan dua final Liga Champions.
Setelah penolakan dari Cesc Fabregas dan Patrick Vieira, Inter menunjuk Chivu sebagai pelatih baru.
Chivu adalah bagian dari skuad treble Inter 2010 dan pernah sukses menyelamatkan Parma dari degradasi.
Ini menjadi kali pertama sejak 2016 Inter memulai musim Serie A dengan pelatih asing, terakhir oleh Frank de Boer.
Menariknya, terakhir kali Inter menang di laga pembuka liga bersama pelatih asing adalah pada 2003 di bawah Hector Cuper.
Sejak saat itu, mereka hanya mencatat tiga hasil imbang dan satu kekalahan di laga pembuka dengan pelatih asing.
Musim panas ini, Inter melakukan belanja pemain yang cukup aktif dengan merekrut lima nama baru.
Dua pemain menonjol yang didatangkan adalah Luis Henrique dari Marseille dan Andy Diouf dari Lens.
Chivu menyatakan bahwa timnya telah menjalani pramusim yang pendek namun intens, dan para pemain menunjukkan dedikasi tinggi.
Ia juga menambahkan bahwa tim masih butuh perbaikan di beberapa aspek, baik secara individu maupun kolektif.
Chivu merasa bangga melatih Inter dan berkomitmen memberikan seluruh waktu, energi, dan pengetahuannya.
Di kubu lawan, Torino dua kali bermain imbang di laga pembuka musim dalam dua musim terakhir.
Marcus Thuram menjadi pemain kunci Inter, dengan catatan impresif melawan Torino termasuk hat-trick pada Oktober lalu.
Sementara itu, Che Adams menjadi andalan Torino, setelah mencetak sembilan gol musim lalu sebagai top skor klub. (samt)
Editor : ALengkong