Jagosatu.com
Dalam pertandingan terakhir, Amerika Serikat kalah 2-0 dari Korea Selatan.
Son Heung-Min, mantan anak asuh Pochettino di Tottenham, mencetak gol pembuka pada menit ke-18.
Gol kedua Korea Selatan dicetak oleh Lee Dong-gyeong sebelum babak pertama usai.
Meski kalah, Amerika Serikat tampil cukup dominan dengan mencatatkan expected goals (xG) sebesar 2,23 dan total 17 tembakan.
Namun, mereka tetap gagal mencetak gol dan hasil buruk ini menjadi kekalahan ketiga berturut-turut dalam laga uji coba.
Pochettino, yang ditunjuk sebagai pelatih pada September 2024, belum mampu membawa hasil yang diharapkan.
Meski begitu, ia menilai performa anak asuhnya cukup menjanjikan dan layak mendapat pujian.
Ia mengatakan bahwa secara keseluruhan, timnya tampil lebih baik dari Korea Selatan.
Menurutnya, ketidakmampuan mencetak gol dan kurang klinis di kotak penalti menjadi faktor kekalahan.
Pochettino menilai timnya menguasai permainan dan menciptakan banyak peluang yang seharusnya bisa dikonversi.
Ia tetap memilih untuk berpikir positif dan menyoroti penampilan bagus timnya di babak kedua.
Pelatih asal Argentina itu menyebut hanya satu tembakan tepat sasaran yang diterima timnya sepanjang pertandingan.
Ia juga memuji karakter para pemainnya dan melihat adanya kemajuan sejak tampil di Gold Cup.
Pochettino menekankan bahwa pemain mulai memahami taktik dan filosofi yang ia terapkan.
Meski Piala Dunia tinggal sembilan bulan lagi, ia tidak khawatir dengan performa tim saat ini.
Ia menilai lebih penting untuk tampil maksimal saat turnamen dimulai dibanding menang dalam laga persahabatan.
Sebagai contoh, ia mengingat kembali kegagalan Argentina di Piala Dunia 2002 meski tampil luar biasa dalam kualifikasi.
Pochettino percaya bahwa Amerika Serikat memiliki pemain-pemain berbakat yang akan semakin berkembang.
Timnas Amerika kini bersiap menghadapi Jepang di Columbus, Ohio, untuk mengakhiri tren negatif. (samt)
Editor : ALengkong