Balapan ini jadi kemenangan pertamanya sejak bulan Mei, membuat fans Red Bull bersorak lega.
Verstappen start dari pole position setelah mencatat waktu tercepat di kualifikasi.
Menariknya, catatan waktunya juga tercatat sebagai fastest lap sepanjang sejarah Formula 1.
Dilansir dari AP News, Verstappen mencetak kemenangan ini dengan waktu 1 jam 13 menit 23 detik.
Catatan itu membuatnya memecahkan rekor balapan tercepat sepanjang masa Formula 1.
Menurut TalkSport, Verstappen sempat mengejek strategi rival yang dinilainya terlalu berhati-hati.
Verstappen terlihat sangat percaya diri sejak lap pertama hingga garis finis.
Baca Juga: Aksi Gila Alex Márquez: Akhiri Rentetan Kemenangan Marc di MotoGP Catalunya!
Lando Norris dari McLaren finis di posisi kedua setelah duel seru.
Oscar Piastri juga berhasil naik podium dengan menempati posisi ketiga.
Namun, ada drama di balik podium McLaren yang menarik perhatian publik.
Dilansir dari The Guardian, Piastri diminta oleh tim untuk mengembalikan posisi kepada Norris.
Instruksi tersebut memicu perdebatan tentang fairness dalam strategi tim.
Norris akhirnya berhasil memangkas jarak poin dengan rekan setimnya, Piastri.
Menurut Reuters, kini selisih poin Norris dengan Piastri hanya tinggal 31.
Situasi ini membuat perebutan posisi runner-up klasemen semakin panas.
Verstappen sendiri terlihat tenang dan puas dengan performa mobil Red Bull.
Ia menyebut timnya sudah mengambil langkah maju yang sangat penting.
Balapan di Monza ini juga disebut sebagai “Italian Double” untuk Verstappen.
Sebelumnya, ia juga sukses menang di Imola pada awal musim.
Dengan kemenangan ini, Verstappen sudah meraih tiga kemenangan musim 2025.
Menurut Times of India, Verstappen mendominasi balapan tanpa banyak ancaman dari rival.
Ferrari yang tampil di depan publik sendiri tidak mampu menyaingi kecepatan Red Bull.
Lewis Hamilton dari Mercedes juga kesulitan menembus podium.
Fans yang hadir di Monza tetap memberi dukungan luar biasa meski Ferrari gagal menang.
Sementara itu, perdebatan di paddock McLaren jadi bahan pembicaraan utama setelah balapan.
Banyak pengamat menilai keputusan tim bisa merusak hubungan Norris dan Piastri.
Namun, Norris terlihat tidak terlalu peduli dan fokus pada perebutan poin.
Verstappen sendiri hanya menegaskan bahwa rivalnya boleh saja ribut, tapi dirinya tetap fokus untuk menang.
Kemenangan ini bisa jadi momentum bagi Verstappen untuk menutup musim dengan lebih kuat.
Para fans Formula 1 kini semakin menantikan balapan berikutnya yang pasti penuh drama.
Kemenangan di Monza membuktikan Verstappen masih jadi sosok yang paling ditakuti di lintasan.
Balapan penuh rekor, drama, dan dominasi ini menegaskan bahwa Formula 1 2025 belum kehilangan kejutan.
vyr
Editor : Toar Rotulung