JAGOSATU.COM – Timnas Inggris memastikan langkah gemilang menuju Piala Dunia 2026 setelah menang telak 5-0 atas Latvia di Riga, Rabu (15/10) dini hari. Kemenangan ini menegaskan dominasi The Three Lions di bawah asuhan Thomas Tuchel, sekaligus menjadikan mereka tim Eropa pertama yang memastikan tiket ke turnamen empat tahunan yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pelatih anyar Inggris, Thomas Tuchel, sukses membawa tim tampil konsisten dengan enam kemenangan beruntun tanpa kebobolan di Grup K. Hasil ini memperkuat keyakinan publik bahwa pendekatan taktikal Tuchel — perpaduan penguasaan bola dan transisi cepat — berhasil diterapkan dengan efektif.
Harry Kane menjadi bintang utama kemenangan Inggris. Penyerang Bayern Munich itu mencetak dua gol di babak pertama dan menambah koleksi gol internasionalnya menjadi 76. Kane kini telah mencatat 21 gol dari 13 pertandingan untuk klub dan negara musim ini, membuktikan bahwa dirinya masih menjadi tumpuan utama lini depan Inggris.
Gol pertama Inggris dicetak Anthony Gordon pada menit ke-26, memanfaatkan umpan lambung John Stones dan menyelesaikannya dengan tendangan melengkung yang indah. Tak lama, Kane menggandakan keunggulan lewat sepakan keras jarak jauh sebelum menambah satu gol lagi dari titik penalti di penghujung babak pertama setelah VAR menilai adanya pelanggaran di area kotak penalti.
Babak kedua tetap dikuasai Inggris. Gol keempat datang dari kesalahan bek Latvia Maksims Tonisevs yang mengubah arah bola ke gawang sendiri. Eberechi Eze menutup pesta dengan gol solo brilian di menit ke-86, menembus pertahanan lawan dan menaklukkan kiper Zviedris.
Penjaga gawang Jordan Pickford juga tampil gemilang, mencatatkan clean sheet ke-9 beruntun dengan satu penyelamatan penting dari peluang Eduards Daskevics. Performanya mempertegas kestabilan lini belakang Inggris yang kini menjadi salah satu yang paling solid di Eropa.
Di sisi lain, Tuchel mendapat sambutan hangat dari para suporter Inggris yang sempat menyorotinya karena komentar tentang atmosfer Wembley. Seusai laga, chant ejekan berubah menjadi tepuk tangan penuh apresiasi — tanda dukungan penuh terhadap arah baru tim nasional.
Dengan 18 gol dan tanpa kebobolan sepanjang kualifikasi, Inggris tampil sebagai kekuatan yang matang secara taktik dan mental. Mereka kini memperpanjang rekor tampil di delapan edisi Piala Dunia berturut-turut.
Bagi Tuchel, kemenangan di Riga bukan sekadar hasil besar, tetapi simbol kesuksesan awal dari misi panjang: membawa pulang trofi Piala Dunia yang telah lama dinantikan sejak 1966. Inggris kini bukan hanya favorit di atas kertas, tetapi juga di lapangan.
Editor : Toar Rotulung