Jagosatu.com - Manchester United meraih kemenangan comeback 2-1 atas Crystal Palace berkat dua gol dari skema bola mati.
Ruben Amorim mengungkapkan bahwa timnya banyak belajar dari set-piece tim-tim Premier League lainnya.
Ia bahkan menyebut bahwa United “mencuri” ide-ide set-piece dari pesaing mereka di liga.
Dalam laga itu, United sempat tertinggal lebih dulu lewat penalti Jean-Philippe Mateta.
Joshua Zirkzee kemudian menyamakan kedudukan melalui situasi bola mati yang diprakarsai Bruno Fernandes.
Mason Mount memastikan kemenangan United juga lewat skema free-kick yang dieksekusi Fernandes.
Tujuh dari sepuluh gol tandang United musim ini di Premier League berasal dari situasi bola mati, tidak termasuk penalti.
Catatan itu menjadi yang terbanyak bersama Chelsea dalam kompetisi musim ini.
Amorim mengatakan tim pelatihnya bekerja keras memperbaiki variasi bola mati.
Ia menegaskan bahwa Premier League memberinya banyak pelajaran baru soal cara mengembangkan taktik set-piece.
Menurutnya, belajar dari tim-tim lain merupakan bagian penting dari proses peningkatan kualitas United.
Bruno Fernandes mencatatkan assist ke-55 dan ke-56 untuk United di Premier League.
Raihan tersebut membuatnya melewati rekor assist Paul Scholes yang berjumlah 55.
Fernandes kini hanya berada di bawah Ryan Giggs, Wayne Rooney, dan David Beckham dalam daftar pemberi assist terbanyak United di liga.
Amorim menjelaskan bahwa perubahan intensitas di babak kedua menjadi kunci kebangkitan timnya.
Ia meminta para pemain tampil lebih “hidup” dan lebih cepat bereaksi terhadap situasi permainan.
Amorim menilai para pemainnya berhasil berada lebih sering di area-area penting setelah turun minum.
Ia juga menekankan bahwa kelelahan yang dialami Crystal Palace turut memengaruhi jalannya pertandingan.
Begitu United meningkatkan tempo permainan, mereka langsung mendapatkan momentum yang menghasilkan gol.
Amorim merasa timnya mengendalikan pertandingan setelah menyamakan kedudukan dan mempertahankannya hingga akhir. (samt)
Editor : ALengkong