Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Bukan Sekadar Hasil Ini Tiga Penyebab Xabi Alonso Akhiri Petualangan di Santiago Bernabeu

Toar Rotulung • 2026-01-13 21:10:37

Real Madrid resmi berpisah dengan pelatih Xabi Alonso. (IG @xabialonso )
Real Madrid resmi berpisah dengan pelatih Xabi Alonso. (IG @xabialonso )

JAGOSATU.COM - Real Madrid akhirnya mengambil keputusan besar yang cukup mengejutkan publik sepak bola Spanyol. Klub raksasa ibu kota tersebut secara resmi mengonfirmasi bahwa Xabi Alonso akan mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih kepala, hanya sehari setelah kekalahan dramatis 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi.

Keputusan ini sejatinya bukan tanpa tanda-tanda. Posisi Xabi Alonso sudah berada di bawah tekanan sejak beberapa pekan terakhir. Meski sempat mencatatkan lima kemenangan beruntun, termasuk hasil krusial atas Atletico Madrid, situasi tersebut hanya memberi penangguhan sementara. Kekalahan di laga El Clasico menjadi titik balik yang membuat manajemen dan sang pelatih sepakat bahwa perpisahan adalah solusi terbaik.

Dalam pengumuman resmi klub, Real Madrid menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil secara bersama-sama. Xabi Alonso pun meninggalkan Santiago Bernabeu dengan status mundur, bukan dipecat sepihak. Langkah cepat langsung diambil manajemen dengan menunjuk Alvaro Arbeloa, yang sebelumnya menangani Real Madrid Castilla, sebagai pelatih kepala tim utama.

Menurut laporan Madrid Universal yang mengutip jurnalis Jose Luis Sanchez dari El Chiringuito TV, terdapat tiga faktor utama yang menjadi dasar keputusan Real Madrid melepas Xabi Alonso. Faktor-faktor ini telah berkembang sejak awal musim dan akhirnya memuncak setelah kekalahan dari Barcelona.

Faktor pertama berkaitan dengan kondisi fisik skuad Real Madrid. Sepanjang musim, Los Blancos dihantam badai cedera yang tak kunjung reda. Dalam banyak pertandingan penting, tim terlihat kalah secara fisik dibanding lawan-lawannya. Persoalan kebugaran ini bahkan memicu wacana internal untuk mengembalikan Antonio Pintus ke staf pelatih tim utama, jauh sebelum keputusan perpisahan dengan Alonso diambil. Dengan Arbeloa kini memimpin, opsi membawa kembali Pintus disebut kembali menguat demi membenahi aspek fisik pemain.

Faktor kedua menyangkut dinamika ruang ganti. Hubungan Xabi Alonso dengan beberapa pemain kunci disebut tidak berjalan harmonis. Vinicius Junior dikabarkan sempat mengalami ketegangan dengan sang pelatih, sementara Federico Valverde tidak selalu merasa nyaman dengan peran yang diberikan kepadanya. Selain itu, sejumlah pemain lain disebut kurang cocok dengan pendekatan kepelatihan Alonso, yang perlahan menimbulkan keresahan internal di dalam tim.

Faktor ketiga, dan yang paling menentukan, adalah citra buruk Real Madrid usai kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Meski sempat mengalahkan rival abadi tersebut di pertemuan sebelumnya, kegagalan tampil meyakinkan di laga final menjadi sorotan tajam. Penampilan tim dinilai tidak mencerminkan standar Real Madrid di laga besar, sehingga tekanan terhadap Alonso semakin tak terhindarkan.

Dengan ditunjuknya Alvaro Arbeloa, Real Madrid kini memasuki fase transisi baru. Arbeloa dihadapkan pada tantangan besar untuk mengelola ruang ganti bertabur bintang, sekaligus mengembalikan stabilitas dan performa tim. Manajemen Los Blancos berharap perubahan ini mampu membawa dampak positif dalam upaya menjaga ambisi meraih gelar di sisa musim.

Kepergian Xabi Alonso menandai akhir dari sebuah proyek yang sempat diharapkan menjadi fondasi jangka panjang. Namun bagi Real Madrid, hasil dan stabilitas tetap menjadi prioritas utama, terutama setelah kekalahan menyakitkan di laga El Clasico yang kembali mengubah arah sejarah klub.

Editor : Toar Rotulung
#Real Madrid #florentino perez #pecat #xabi alonso