Jagosatu.com - Mikel Arteta mengaku merasa kesal karena Arsenal belum mencetak lebih banyak gol dari situasi bola mati meski dikenal sangat kuat dalam aspek tersebut.
Arsenal kembali menunjukkan ketajaman mereka lewat dua gol dari sepak pojok saat menang 2-1 atas Chelsea pada akhir pekan lalu.
Kemenangan itu semakin menegaskan reputasi Arsenal sebagai salah satu tim paling berbahaya dalam situasi set-piece di Premier League musim ini.
Total 16 gol dari sepak pojok yang telah mereka cetak menyamai rekor terbanyak dalam satu musim Premier League.
Catatan tersebut sejajar dengan torehan Oldham Athletic pada musim 1992-93.
Rekor yang sama juga pernah dicapai oleh West Bromwich Albion pada musim 2016-17.
Bahkan Arsenal sendiri pernah menyamai jumlah tersebut pada musim 2023-24.
Secara keseluruhan, jumlah gol dari sepak pojok di Premier League musim ini sudah melampaui total musim lalu meski jumlah pertandingannya lebih sedikit.
Fenomena ini memunculkan perdebatan tentang meningkatnya peran bola mati dalam pertandingan liga.
Pelatih Arne Slot dan Pep Guardiola sempat mengisyaratkan bahwa dominasi set-piece sedikit mengurangi keindahan permainan.
Sebagian pihak bahkan menjuluki Arsenal sebagai “Set-Piece FC” karena dianggap terlalu mengandalkan taktik tersebut.
Pelatih Fabian Hurzeler dari Brighton & Hove Albion juga menuding Arsenal kerap membuang waktu saat mengambil sepak pojok.
Hurzeler menilai para pemain Arsenal terkadang menunggu lebih dari satu menit sebelum mengeksekusi tendangan sudut.
Menanggapi kritik itu, Arteta menegaskan bahwa ia justru kecewa timnya belum mencetak lebih banyak gol dari situasi tersebut.
Ia juga mengakui tidak puas karena Arsenal masih kebobolan dari bola mati lawan.
Menurut Arteta, Arsenal ingin menjadi tim paling dominan dalam setiap aspek permainan.
Ia menegaskan bahwa ambisi klub adalah terus berkembang dan menjadi yang terbaik di semua fase pertandingan.
Saat ini Arsenal memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan lima poin atas Manchester City.
Dari 20 kali Arsenal unggul lebih dulu musim ini, 13 di antaranya berasal dari set-piece atau penalti.
Arteta menilai evolusi permainan membuat setiap detail seperti lemparan ke dalam dan situasi bola mati menjadi sangat penting, kecuali aturan permainan diubah maka tren ini akan terus berlanjut. (samt)
Editor : ALengkong