MELBOURNE – Regulasi baru Formula 1 2026 resmi diterapkan mulai Grand Prix Australia sepanjang akhir pekan lalu. Para pembalap mengendarai mobil yang lebih kecil dan ringan dengan power unit hybrid 50:50 antara pembakaran internal dan energi listrik.
Selain itu, ada juga sejumlah fitur baru seperti sistem aerodinamika aktif. Yakni sayap depan dan belakang yang bisa berubah. Lalu, ada juga overtake mode, yaitu sebuah sistem bantuan menyalip menggantikan DRS (Drag Reduction System) pada era sebelumnya.
Meski begitu, perubahan itu tidak sepenuhnya disambut positif. Sejumlah pembalap menilai karakter balapan kini jadi terlalu bergantung pada manajemen energi. Driver tidak hanya fokus mencari celah untuk menyalip, tapi juga harus memutar otak untuk mengelola baterai.
Regulasi Baru Mobil F1 2026
-
Mobil lebih kecil dan ringan dengan power unit hybrid 50:50 antara pembakaran internal dan energi listrik.
-
Tambahan fitur aerodinamis aktif. Yakni sayap depan dan belakang yang bisa berubah.
-
Tambahan overtake mode, yaitu sistem bantuan menyalip menggantikan DRS (Drag Reduction System) pada era sebelumnya.
Norris Keluhkan Super-Clipping
Juara dunia bertahan Lando Norris menjadi salah satu yang mengkritik. Mobil McLaren generasi terbaru jauh lebih sulit dikendarai dibandingkan mobil F1 sebelumnya. "Kami memulai dari mobil terbaik yang pernah dibuat, dan yang paling enak untuk dikendarai (musim lalu), jadi mungkin yang terburuk (musim ini)," kata Norris dikutip dari Motorsport.
Dia kemudian menyoroti fenomena super-clipping, yakni mobil yang bisa tiba-tiba kehilangan tenaga saat sistem manajemen energi listrik. Situasi itu membuat mobil seperti melambat sebelum tikungan, meski pedal gas ditekan penuh. "Terkadang kami menekan lebih keras, kehilangan baterai, dan mobil menjadi lebih lambat," keluhnya.
Keluhan juga disuarakan pembalap Haas Esteban Ocon. Dia merasa makin sulit mempertahankan posisi dengan mobil baru. "Setelah menggunakan tombol boost, kami belum tentu bisa menyalip atau bahkan saat menyalip terjadi aksi saling menyalip (disalip) pada lintasan lurus berikutnya," tutur pembalap 29 tahun itu.
Baca Juga: SWISS OPEN 2026: Ubed Langsung Dihadang Unggulan Teratas
Terjadi 120 Aksi Saling Salip
Fenomena tersebut memang terlihat nyata di aspal Sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu (8/3). Tercatat, ada 120 aksi saling menyalip. Itu jauh lebih banyak dibanding 15 aksi saling salip pada GP Australia musim lalu.
Pemenang balapan, George Russell bahkan sempat terlibat duel sengit di awal dengan pembalap Ferrari Charles Leclerc. Tercatat, keduanya saling bertukar posisi hingga tujuh kali dalam sembilan lap pertama, sebelum akhirnya Russell unggul sekitar 15 detik dari Leclerc yang finis di posisi ketiga.
Saat beberapa kritik muncul, Russell justru menanggapi positif regulasi baru. "Setiap orang sangat cepat mengkritik sesuatu," urai pembalap Mercedes itu. "Saya pikir kita harus memberikan kesempatan dan melihatnya setelah beberapa balapan lagi."
Sementara, juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton juga memilih respons positif. Pembalap Ferrari itu finis di posisi empat di Melbourne. "Saya secara pribadi menikmatinya. Membuat saya sangat menyenangkan untuk berkendara selama balapan." (ka/bas/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy