Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

F1 Tunda Percepatan Perubahan Aturan 2026

Pratama Karamoy • 2026-03-17 15:28:29

MENGKRITIK: Pembalap Red Bull, Max Verstappen, menilai duel F1 musim ini lebih banyak dipengaruhi penggunaan energi listrik pada mobil ketimbang kemampuan pembalap.
MENGKRITIK: Pembalap Red Bull, Max Verstappen, menilai duel F1 musim ini lebih banyak dipengaruhi penggunaan energi listrik pada mobil ketimbang kemampuan pembalap.

SHANGHAI – Formula 1 (F1) menunda rencana perubahan regulasi musim 2026, setidaknya hingga setelah Grand Prix Miami pada awal Mei. Menurut The Race, keputusan itu diambil karena belum ada kebutuhan mendesak untuk merevisi aturan baru.

Rencana awalnya, jika dalam dua seri awal di Australia dan Tiongkok regulasi baru menunjukkan masalah, maka F1 bisa mempercepat perubahan aturan pada Grand Prix Jepang akhir Maret ini. Namun, hasil di Shanghai justru menunjukkan gambaran lebih positif.

 

Seperti dilaporkan The Race, ada tiga faktor utama di balik keputusan menunda revisi. Pertama, dua balapan di Shanghai – sprint dan race utama – menunjukkan pertarungan yang cukup menarik. Karena itu, kekhawatiran soal kualitas tontonan tidak sepenuhnya terbukti.

 

Faktor kedua adalah perbedaan karakter sirkuit. Melbourne, yang jadi seri pembuka, sangat menuntut manajemen energi. Jadi, belum bisa memberikan gambaran utuh soal performa mobil 2026. Balapan di Jepang akhir bulan ini diharapkan memberi gambaran lebih akurat.

 

Ketiga, jeda waktu lebih panjang setelah pembalapan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi. Situasi ini memberi ruang bagi tim dan regulator untuk melakukan evaluasi teknis lebih mendalam sebelum memutuskan perubahan.

 

Baca Juga: Tesla Akan Produksi Mobil tanpa Setir dan Pedal

 

Meski begitu, kritik keras tetap muncul usai balapan di Shanghai. Pembalap Red Bull, Max Verstappen, jadi yang paling vokal. Menurutnya, duel yang terjadi lebih banyak dipengaruhi penggunaan energi listrik pada mobil ketimbang kemampuan pembalap.

"Ini mengerikan. Jika seseorang menyukai (dampak regulasi baru) ini, maka dia benar-benar tidak tahu seperti apa balapan itu," ucap Verstappen. (ka/dns/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#F1 #Olahraga