Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

BYD Intip Peluang Masuk F1

Pratama Karamoy • 2026-03-20 16:31:56

SULIT BERSAING: Mobil Cadillac yang dikemudikan Sergio Perez finis terakhir dalam GP Tiongkok di Sirkuit Internasional Shanghai akhir pekan lalu (15/3).
SULIT BERSAING: Mobil Cadillac yang dikemudikan Sergio Perez finis terakhir dalam GP Tiongkok di Sirkuit Internasional Shanghai akhir pekan lalu (15/3).

SHANGHAI – Pabrikan otomotif asal Tiongkok, BYD, tengah menjajaki kemungkinan masuk ke Formula 1 (F1). Ketertarikan itu menguat setelah sejumlah perwakilan perusahaan, termasuk wakil presiden Stella Li, terlihat hadir di beberapa seri balapan dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut laporan Bloomberg, BYD memang mempertimbangkan ajang motorsport sebagai sarana promosi. Namun, belum jelas apakah BYD akan memasuki F1 sebagai tim ke-12 atau mengakuisisi tim yang sudah ada.

 

Perlu diketahui, masuk grid F1 butuh investasi sangat besar. Cadillac, tim terbaru di F1 saat ini, harus membayar biaya antidilusi sebesar USD 450 juta (sekitar Rp 7,6 triliun) kepada tim-tim yang sudah ada. Total, tim harus mengeluarkan dana hingga USD 1 miliar (sekitar Rp 16,9 triliun) untuk membangun tim. Itu belum termasuk anggaran operasional tahunan.

Meski begitu, masih ada opsi lebih efisien yang bisa diambil BYD tanpa membangun tim dari nol. Di antaranya lewat kemitraan teknis seperti yang dilakukan Toyota dengan Haas F1 Team atau model sponsorship seperti yang dilakukan Alfa Romeo bersama Sauber sejak 2018.

 

Baca Juga: F1 Tunda Percepatan Perubahan Aturan 2026

 

Seperti dilaporkan Motorsport, pendekatan sponsorship, terutama title sponsorship, menjadi opsi paling realistis bagi BYD. Skema ini memungkinkan perusahaan mendapatkan eksposur global tanpa harus menanggung biaya penuh membangun atau mengakuisisi tim.

Sekalipun terlihat lebih sederhana, biaya yang dikeluarkan tetap signifikan. Nilai komersial F1 yang terus meningkat membuat calon sponsor utama harus menyiapkan dana lebih dari USD 50 juta (Rp 849 miliar) per musim, bahkan hanya sekadar jadi tim papan tengah. (ka/dns/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#F1 #Olahraga