Analisis: Kenapa Transfer Rogers £117 Juta Berisiko Tinggi, Sementara Anderson ke City Tidak

ALengkong • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:58 WIB
Morgan Rogers (Foto : Ny Times)
Morgan Rogers (Foto : Ny Times)

 

Rekor transfer pemain sepak bola Inggris dipecahkan dua kali dalam kurun waktu tiga pekan, dimulai dari kesepakatan Manchester City senilai £116 juta atau setara 155,5 juta dolar AS untuk mendatangkan gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, disusul kesepakatan Chelsea senilai £117 juta atau 156,9 juta dolar AS untuk mendatangkan penyerang Aston Villa, Morgan Rogers. Kedua transfer ini langsung menempati posisi keempat dan kelima sebagai transfer termahal sepanjang sejarah sepak bola.

Kedua pemain sama-sama berkebangsaan Inggris, berusia 23 tahun, dan telah menjadi andalan tetap timnas Inggris sejak Thomas Tuchel mengambil alih kepelatihan pada 2025. Anderson berperan besar menyelamatkan Forest dari degradasi, sementara Rogers menjadi motor utama Aston Villa finis di posisi keempat sekaligus mengantar klub tersebut lolos ke Liga Champions UEFA dan mencetak gol saat Villa menjuarai final Liga Europa UEFA.

Alasan di Balik Nilai Transfer Fantastis

Selain adanya "pajak pemain Inggris" yang lazim diterapkan ketika klub mendatangkan pemain lokal untuk memenuhi syarat regulasi skuad kompetisi UEFA, kedua pemain juga memiliki kualitas individu yang sulit disangkal. Anderson mencatatkan jumlah duel terbanyak di Liga Premier musim lalu dengan 297 duel, sekaligus sentuhan bola terbanyak mencapai 3.308 kali, kombinasi langka yang menjadikannya gelandang lengkap.

Rogers di sisi lain mengoleksi 25 gol dan assist di semua kompetisi, mengukuhkan dirinya sebagai penembak jarak jauh yang mumpuni sekaligus kerap melakukan pergerakan menerobos lini tengah lawan. Kedua pemain juga terbukti sangat tangguh secara fisik, masing-masing bermain lebih dari 4.000 menit di liga paling menguras tenaga di dunia tersebut sepanjang musim lalu.

Manchester City membutuhkan pengganti Bernardo Silva di lini tengah sekaligus calon pengganti jangka panjang Rodri, sementara Chelsea telah lama mengincar Rogers dan menilai jendela transfer ini sebagai momen tepat mengingat Aston Villa berada di bawah tekanan UEFA untuk menghasilkan pendapatan demi memenuhi kesepakatan finansial mereka.

Bergabung dengan Daftar Transfer yang Kerap "Terkutuk"

Sejarah tidak selalu berpihak baik pada kesepakatan transfer di atas £100 juta. Rekor transfer dunia milik Neymar senilai €222 juta dari Barcelona ke Paris Saint-Germain pada 2017 masih bertahan hingga kini, dengan sang pemain gagal membuktikan nilai transfer tersebut akibat serangkaian cedera dan performa yang menurun.

Sejumlah transfer besar lain seperti João Félix, Antoine Griezmann, Philippe Coutinho, dan Romelu Lukaku juga dapat dikategorikan sebagai kegagalan total. Sementara itu, transfer Kylian Mbappé dan Jack Grealish memberikan kontribusi lebih baik bagi klub masing-masing, meski keberhasilannya masih diperdebatkan mengingat Mbappé tidak mampu membawa PSG meraih Liga Champions sebelum akhirnya hengkang ke Real Madrid secara gratis.

Di sisi positif, Arsenal dan Chelsea tercatat sangat puas dengan investasi masing-masing senilai £100 juta untuk mendatangkan gelandang tengah Declan Rice dan Moises Caicedo, yang keduanya tampil impresif selama tiga musim terakhir dan semakin meningkatkan reputasi mereka sejak pindah pada 2023.

Pola Menarik: Penyerang Lebih Berisiko Dibanding Posisi Lain

Benang merah yang menghubungkan seluruh transfer gagal dalam daftar tersebut adalah bahwa mayoritas pemainnya berposisi sebagai penyerang, sementara benang merah di antara transfer yang berhasil justru pada pemain yang bukan penyerang. Pola ini semakin diperkuat dengan sejumlah kasus lain seperti Ousmane Dembele di Barcelona dan Eden Hazard di Real Madrid yang juga berakhir mengecewakan.

Penyerang umumnya dinilai berdasarkan jumlah gol dan assist yang dihasilkan, sehingga ketika mereka tidak mencetak produksi yang memadai, narasi kegagalan akan segera melekat pada diri mereka. Sebaliknya, pemain yang bermain di posisi lebih dalam seperti gelandang bertahan atau bek tidak memiliki tolok ukur statistik tunggal yang menentukan keberhasilan atau kegagalan mereka, sehingga penilaian terhadap kontribusi mereka cenderung lebih menyeluruh dan tidak sesempit metrik gol maupun assist semata.

Proyeksi Masa Depan Rogers dan Anderson

Berdasarkan pola historis tersebut, transfer Anderson senilai £116 juta ke Manchester City dinilai jauh lebih berpeluang sukses dibandingkan transfer Rogers senilai £117 juta ke Chelsea. Anderson diperkirakan akan mengisi lini tengah City dengan menjalankan tugas-tugas sederhana secara efektif, memenangkan bola kembali, serta menggunakan bola secara cerdas berkat kapasitas fisiknya yang di atas rata-rata pemain liga lainnya.

Sementara itu, Rogers akan menghadirkan momen-momen spektakuler bagi Chelsea lewat tembakan jarak jauh maupun pergerakan menerobos dari lini tengah, namun gaya bermainnya yang berisiko tinggi sekaligus berpotensi hasil besar membuatnya secara alami kurang konsisten sebagai penyerang. Musim lalu, Rogers tercatat sebagai pemain yang paling sering kehilangan bola di liga dengan 80 kali, sekaligus paling banyak kehilangan penguasaan bola di area tengah maupun menyerang dengan 72 kali.

Dengan menggelontorkan dana sebesar itu untuk mendatangkan satu pemain, Chelsea pada dasarnya bertaruh bahwa Rogers dapat menjadi sosok sekelas Lionel Messi di Barcelona, Bukayo Saka di Arsenal, atau Lamine Yamal di Barcelona, meski secara kebetulan ketiga pemain kelas dunia tersebut sama sekali tidak membutuhkan biaya transfer bagi klub mereka masing-masing.

Editor : ALengkong
"Morgan Rogers" "Elliot Anderson" "Transfer Chelsea" "Transfer Manchester City"