Aston Villa resmi menyepakati kesepakatan untuk mendatangkan Alejandro Garnacho dari Chelsea, dengan skema transfer berupa pinjaman disertai kewajiban bersyarat untuk pembelian permanen yang dinilai mudah terpenuhi. Winger internasional Argentina tersebut sebelumnya bergabung dengan Chelsea musim panas lalu dari Manchester United dengan nilai transfer £40 juta.
Paket transfer secara keseluruhan, termasuk biaya pinjaman, dipahami telah memenuhi valuasi yang diminta Chelsea. Sky Sports News sebelumnya melaporkan bahwa Chelsea menginginkan £42,6 juta untuk melepas winger tersebut. Garnacho sendiri diketahui tidak melapor untuk latihan pramusim di Chelsea guna membuka jalan baginya mengejar kepindahan ke klub lain.
Kesepakatan Muncul Usai Transfer Rekor Morgan Rogers
Kesepakatan ini muncul setelah kedua klub sebelumnya menegosiasikan transfer rekor Inggris senilai £117 juta untuk Morgan Rogers yang bergerak ke arah sebaliknya, dari Aston Villa menuju Chelsea. Kombinasi kedua transfer ini menciptakan situasi kompleks yang harus dinavigasi dengan hati-hati oleh kedua klub, mengingat keduanya baru-baru ini didenda UEFA akibat pelanggaran regulasi keberlanjutan finansial.
Chelsea sendiri masih terikat kesepakatan penyelesaian selama empat tahun dengan UEFA sejak tahun lalu, sehingga tetap tunduk pada pedoman finansial UEFA yang lebih ketat meski tidak berlaga di kompetisi Eropa musim ini. Villa di sisi lain berhasil mengantongi keuntungan besar dari penjualan Morgan Rogers ke Chelsea, keuntungan yang akan sangat membantu kepatuhan mereka terhadap batasan finansial UEFA maupun Liga Premier musim ini.
Aturan UEFA yang Mempersulit Transfer Garnacho
Kesepakatan Garnacho pindah dari Chelsea ke Aston Villa bukanlah transaksi yang sederhana. Berdasarkan pedoman UEFA, dua pemain yang ditransfer dalam arah berlawanan dapat dianggap sebagai "transaksi pertukaran pemain" jika keduanya diselesaikan dalam rentang 45 hari satu sama lain dan memiliki kewajiban pembayaran, tenggat waktu, atau tanggal yang sama atau serupa.
Jika kesepakatan Garnacho dan Rogers dianggap sebagai satu transaksi pertukaran pemain tunggal, keuntungan Villa dalam perhitungan UEFA akan berkurang menjadi selisih bersih dari kedua biaya transfer tersebut. Mengingat Chelsea sempat meminta £42,6 juta untuk Garnacho musim panas ini, pengurangan tersebut berpotensi memangkas cukup besar keuntungan yang diperoleh Villa dari penjualan Rogers.
Skema pinjaman dengan kewajiban pembelian sebenarnya juga tidak sepenuhnya aman dari aturan tersebut, mengingat UEFA kini semakin ketat menutup berbagai celah yang sebelumnya ada. UEFA menetapkan bahwa jika suatu kondisi dianggap hampir pasti terjadi, maka pendaftaran pemain harus diakui kedua klub sebagai transfer permanen sejak awal perjanjian pinjaman dibuat, yang berarti tetap akan dianggap sebagai transaksi pertukaran pemain.
Chelsea Yakin Kondisi Pembelian Mudah Terpenuhi
Meski demikian, kesepakatan yang dibuat untuk kepindahan Garnacho ke Villa tampaknya dapat berjalan bagi seluruh pihak yang terlibat. Chelsea meyakini bahwa kondisi untuk menjadikan kepindahan Garnacho ke Villa sebagai transfer permanen tergolong mudah terpenuhi.
Meski demikian, tetap ada risiko kecil bagi Chelsea dalam skema ini, mengingat harus terdapat cukup ketidakpastian dalam kesepakatan tersebut agar UEFA yakin bahwa kepindahan permanen bukan merupakan kesimpulan yang telah ditentukan sejak awal. Chelsea berharap tidak terjadi pengulangan situasi seperti yang dialami Harvey Elliott di Villa Park musim lalu, ketika pemain berbakat tersebut lebih banyak menghangatkan bangku cadangan sementara klub pemiliknya menyaksikan nilai jual pemain tersebut anjlok.
Analisis Performa Garnacho di Chelsea
Berdasarkan analisis Sky Sports, Garnacho mengalami musim pertama yang berat di Chelsea, kesulitan memberikan dampak signifikan di sisi kiri yang sudah dipadati banyak pemain. Pemain asal Argentina tersebut hanya mencatatkan 1.217 menit bermain di Liga Premier sepanjang 25 penampilannya musim lalu, rata-rata kurang dari 49 menit per pertandingan.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan catatan Rogers dengan 1.528 menit maupun Emiliano Buendia dengan 1.527 menit, yang sama-sama berbagi beban tugas di sisi kiri untuk Aston Villa musim lalu. Produktivitas rata-rata mereka juga jauh lebih unggul, dengan lima kontribusi gol Garnacho rata-rata terjadi setiap 243 menit, dibandingkan catatan Rogers yang mencetak kontribusi gol setiap 90 menit dan Buendia setiap 190 menit.
Kecocokan Garnacho dengan Sistem Unai Emery
Jika Villa mendatangkan Garnacho, hal tersebut kemungkinan besar akan memerlukan penyesuaian dalam sistem permainan Unai Emery saat pemain asal Argentina tersebut berada di lapangan. Berbeda dengan Buendia dan Rogers yang memiliki fleksibilitas bermain di kedua sayap sekaligus kecenderungan bergerak ke tengah lapangan, Garnacho justru cenderung menempel pada garis lapangan dan tetap berada di sisi lebar.
Garnacho pernah beroperasi di sisi kanan sebelumnya, bahkan mencetak gol pada final Piala FA saat Manchester United mengalahkan rival sekota mereka, Manchester City, ketika beroperasi dari sayap tersebut. Namun kecenderungannya memotong ke dalam lapangan jauh lebih jarang terlihat dibandingkan gaya permainan winger pada umumnya, sehingga Emery kemungkinan perlu bersikap fleksibel dengan pola serangan timnya atau Garnacho sendiri yang harus menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap sistem baru tersebut di Aston Villa.
Editor : ALengkong