JAGOSATU.COM - Fans Sassuolo sedang girang, supporter Juventus murung dan pendukung timnas Indonesia was-was. Apa hubungannya? Gini, Sassuolo itu Senin (14/9) dini hari tadi menggebuk raksasa Liga Italia Juventus dengan skor 3-2 di Mapei Stadium. Kemenangan itu membawa tim Biru Hitam naqik ke peringkat 9 dengan 7 poin. Sama poin dengan Juve namun beda selisih gol. Capaian itu menggembirakan buat fans Sassuolo.
Sebaliknya kemenangan dramatis ini musibah buat Juve di awal musim pada pekan keempat Serie A Liga Italia. Tim Zebra belum bisa melesat ke 4 besar. Sedangkan bagi pendukung timnas Garuda, itu pertanda awas.
Soalnya, bek Sassuolo Jay Idzes itu adalah kapten timnas Indonesia. Bang Jay, panggilannya, diganti menit ke-80 dan kondisinya mengkhawatirkan. Ia terpincang-pincang keluar lapangan. Padahal, Bang Jay akan memimpin pasukan merah putih di FIFA ASEAN Cup mulai 24 September mendatang.
Ya, kemenangan Sassuolo atas Juventus memang dibayar mahal. Jay cedera di laga tersebut.
Sassuolo menang dramatis 3-2 lewat gol di menit akhir.
Jay Idzes turun jadi starter. Kapten Tim Garuda itu bermain 80 menit, sebelum ditarik keluar.
Dia mengalami masalah pada kakinya dan digantikan Duje Caleta-Car. Pemain 26 tahun itu harus menyudahi laga sebelum peluit akhir dibunyikan.
Tentu ini jadi kabar tak sedap buat timnas Garuda. FIFA ASEAN Cup 2026 sudah akan dihelat akhir bulan ini. Karena masuk kalender FIFA, John Herdman bisa bebas memanggil skuad merah putih yang bertebaran di Liga-Liga top Eropa, termasuk Idzes.
Akibat cedera ini, Bang Jay terancam absen memperkuat Indoensia. Jika cederanya tidak berat, mungkin bisa sembuh dalam kurun 10 hari jelang FIFA ASWAN Cup. Akan tetapi, jika rada berat, pemain berdarah Belanda, Semarang dan Jakarta itu hampir pasti absen. Padahal ia amat diandalkan Herdman sebagai center bek timnas Indonesia.
Jay Idzes sudah bermain 3 kali, dua di antaranya jadi starter. Ia sempat dicadangkan pelatih Aquilani karena cedera yang dideritanya akhir musim lalu.
Laga Sassuolo vs Juventus berjalan sengit. Berimbang 1-1 di babak pertama. Gol I Neroverdi dari sepakan Sebastian Esposito dibalas Edon Zhegrova. Tiga gol tercipta jelang laga tuntas.
Sassuolo unggul lagi lewat Kieron Bowie di menit ke-89, namun Juventus membalas lewat Zhegrova di menit ke-90+1.
Sassuolo memastikan kemenangannya lewat gol Vasilie Adzic di menit ke-90+4. Kemenangan yang dramatis dan mendongkrak posisi Sassuolo ke peringkat 9.
Juventus Melorot di Klasemen Liga Italia
Sementara itu Juventus melorot ke posisi delapan. Lazio untuk sementara menduduki posisi teratas klasemen Liga Italia berbekal 10 poin. Hasil imbang 2-2 kontra AC Milan. Sebelumnya, Lazio menang terus dalam tiga laga awal.
Hanya saja posisi Lazio di puncak klasemen masih bisa tergeser mengingat AS Roma dan Inter Milan belum memainkan laga pekan keempat. Roma baru akan menghadapi Torino, Selasa (15/9/2026) dini hari Pukul 00.30 WITA dan Inter melawan Udinese setelahnya, tepatnya pukul 02.45 WITA.
Cagliari di peringkat empat, dan AC Milan melengkapi lima besar. Como yang juga baru akan memainkan laga keempatnya lawan Parma dini hari nanti pukul 00-30 WITA, berada di peringkat enam.
Pekan lalu, Juventus merosot ditahan imbang 1-1 lawan AC Milan.
Klasemen Liga Italia
No Team Main Menang Seri Kalah SG Poin
1. Lazio 4 3 1 0 +3 10
2. AS Roma 3 3 0 0 +9 9
3. Internazionale 3 3 0 0 +5 9
4. Cagliari 4 3 0 1 +2 9
5. AC Milan 4 2 2 0 +3 8
6. Como 3 2 1 0 +4 7
7. Frosinone 4 2 1 1 +3 7
8. Juventus 4 2 1 1 +2 7
9. Sassuolo 4 2 1 1 +1 7
10. Napoli 4 2 0 2 +1 6
11. Atalanta 4 2 0 2 0 6
12. Lecce 4 2 0 2 -2 6
13. Udinese 3 1 1 1 0 4
14. Torino 3 1 0 2 -1 3
15. Fiorentina 4 1 0 3 -6 3
16. Parma 3 0 1 2 -3 1
17. Bologna 4 0 1 3 -3 1
18. Monza 4 0 1 3 -5 1
19. Genoa 4 0 1 3 -6 1
20. Venezia 4 0 0 4 -7 0.(raw/yna/dts/dbs)
Editor : Hairil Paputungan